Risiko Serangan Jantung di Usia Muda

APA kita sudah sadar kalau menjaga kesehatan itu mahal dan penting banget? Penyakit yang datang ke tubuh kita terkadang nggak bisa dengan mudah terorganisir dan terkontrol oleh tubuh. Satu diantaranya yaitu penyakit jantung.

Well, ternyata kematian akibat heart attack menempati peringkat pertama di Indonesia. Bahkan menyumbang hampir 25 persen angka kematian di Indonesia. Tapi kasus ini sangat jarang menyerang remaja. Sebab, penyakit jantung biasanya butuh waktu lama untuk bisa menyerang manusia. Eh, tapi bukan berati anak muda santuy aja nih karena banyak faktor yang bisa memengaruhi jantungmu.

In case these days, sudah banyak banget anak muda yang mengalami masalah pada jantungnya. Lebih detailnya, dr. Welda Alfiansyah, dokter yang bertugas di RS. Sultan Mohammad Alkadrie Pontianak akan mengulas penyakit ini.

“Semua kelainan pada jantung yang mengakibatkan perubahan fisiologi atau fungsi dasar jantung, bisa diakibatkan kelainan bawaan- kesalahan/kegagalan pembentukan pada masa janin, bisa karena infeksi, trauma akibat kecelakaan, tumor, kelainan kelistrikan, yang paling sering sumbatan pada pembuluh darah jantung yang bisa mengakibatkan kematian otot jantung, semua hal tersebut dapat dikatakan penyakit jantung,” ujar dr. Welda.

Anak muda sekarang udah harus aware sama yang namanya penyakit jantung, mungkin akan terdengar asing tapi sudah jadi hal serius loh.

“Kalau diurutkan secara umur, usia 15-35 tahun, risiko kematian di nomor lima, mulai 35-54 tahun naik di angka ketiga sampai kedua. Walau begitu, risikonya sama saja besar karena berbicara mengenai jantung bisa terjadi kematian mendadak. Hanya saja dalam hal pengobatan dan ketahanan tubuh dalam perencanaan terapi intervensi medis lain yang bersifat invasif mungkin usia muda masih bisa memiliki prognosis yang lebih baik ketimbang usia yang semakin tua,” jelasnya.

Meski begitu, anak muda juga memiliki risiko yang berbahaya untuk penyakit ini karena bisa memengaruhi metabolisme tubuh. Dapat pula memengaruhi kelainan bentuk jantung lebih awal sehingga beban jantung lebih berat seiring bertambah usia kita. Rokok, asap, oksidan-oksidan atau lemak yang numpuk di pembuluh darah, lepas tumpukan dan melayang-layang di bawah aliran darah, akhirnya sampai menyumbat jantung

“Ibarat pembuluh darah itu jalan raya, ada tumpukan pasirnya itu gara-gara lemak, kolesterol, akibat oksidan bebas dari rokok, dll dan di atas pasir itu ada terpal buat menahannya, namanya di kedokteran itu fibroticcaps. Orang yang nggak olahraga, elastisitas pembuluh darahnya jelek jadi pas lewat aliran darah, lepas deh tuh aterosklerosisnya (tumpukan pasir), kebawa akhirnya sampai pembuluh darah jantung,” lanjut dokter yang juga bertugas di RS. Promedika ini.

Walaupun dulu penyakit ini hanya terjadi di mayoritas lanjut usia, penyakit ini sudah menyerang anak muda. Menurut dr. Welda, hal ini karena khusus untuk penyakit jantung, sumbatan yang bisa menyebabkan kematian mendadak itu rentan pada usia muda saat ini, masuk di usia 35-45 tahun. Mengakibatkan tidak stabilnya penutup plak pada aterosklerosis (plak pada pembuluh darah), sehingga mudah untuk terlepas dan akhirnya menyumbat di pembuluh darah jantung, akhirnya aliran darah tidak ada, kematian otot karena tidak ada nutrisi, lalu berhenti berdetak. Nah tersumbat, aliran darah nggak ada ke ototnya.

At the end, sudah paham kan bahwa penyakit jantung itu nggak main-main? Sebagai anak muda kita harus selalu menjaga kesehatan tubuh kita dari penyakit apapun dan aware untuk menjaga kesehatan jantung. Stay healthy, Sobat Z! (elv)

error: Content is protected !!