Ritaudin; Keluarga Minta Hentikan Narasi Hoax

Pasien asal Melawi Dikabarkan ke Malaysia

PONTIANAK—Konferensi pers dilakukan Pemkab Melawi terkait warganya dinyatakan dari Desa Panempa, Kecamatan Pinoh Selatan dikabarkan positif Covid-19 pada pemeriksaan rapid tes awal.

Warga di sana merasa khawatir dan sedikit ketakutan karena korbannya dinyatakan pernah melakukan riwayat perjalanan berobat ke Negeri Jiran, Malaysia beberapa waktu lalu. Keluarga lalu menyampaikan kabar tersebut adalah hoax alias tidak benar. Itu disampaikan Ritaudin, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat asal Daerah Pemilihan (Dapil) Melawi-Sintang dan Kapuas Hulu.

“Ada konferensi pers di Melawi dari Bupati dan Dinkes menyatakan 1 warga Melawi dari hasil pemeriksaan rapid test ternyata positif. Sehingga warga di sana khawatiran dan sedikit takut. Si korban dinarasikan pernah berobat ke Kucing, Malaysia,” ujar Ritaudin, Rabu(15/4).

Ritaudin menyebutkan bahwa korban berumur sekitar 60 tahun ke atas. Pihak keluarga meminta disampaikan bahwa pasien tidak pernah berobat ke kucing, Malaysia.

”Jangankan berangkat ke Malaysia. Sekedar pergi ke Nanga Pinoh (Ibukota Kabupaten Melawi) saja tidak pernah untuk setahun sekali. Nah pihak keluarga bertanya darimana dapat narasi ibunya berumur 65 tahun berobat ke sana,” ucapnya.

Berdasarkan penuturan keluarga korban kepada dirinya, bahwa pasien memang mengalami penyakit asma, jantung dan penyakit lamanya. Oleh anaknya dibawa berobat ke rumah sakit umum dan rumah sakit swasta di sana.

Karena kurang maksimal dan terbatas alat, sehingga dirujuk ke Rumah Sakit Sudarso. Diambil tes lewat rapid test ternyata positif. Tim Gugus Penanganan Covid-19 di Melawi melakukan konferensi pers.

“Keluarga pasien hanya minta diluruskan. Tidak ada narasi berobat ke kucing,” ujarnya.

Penasaran terkait kebenaran pemberitaan tersebut, Ritaudin ditelpon pihak keluarga korban. Diapun langsung datang ke Rumah Sakit Sudarso Pontianak dan bertemu dokter dari Kepala Bagian Pelayanan Pasien.

“Bu dokter H menyatakan pasien dibawa dalam keadaan sudah sakit. Dilukan pengetesan dengan rapid test ternyata positif. Dokter juga menyampaikan bahwa hasil awal rapid test belum bisa dijadikan acuan positif Covid-19. Sebab masih menunggu tes swab dan tes lain,” jelasnya.

Sang pasien juga sudah dirawat di Sudarso Pontianak. Intinya pihak keluarga dan warga di sana tidak panik. Sebab hasil awal belum tentu dinyatakan positif corona. “Masih melalui berbagai tahapan. Namun pastinya himbaun ke masyartakat lakukan pola hidup sehat. Fysichal Distance (jarak fisik) tetap lakukan,” jelasnya.

Politisi PAN ini juga mengapresiasi langkah Pemkab Melawi terkait 1 pasiennya sudah diumumkan sementara positif covid-19. Rumah pasien didatangi dan dilakukan desinfektan. Pendataan keluarga yang berhubungan, juga sudah dites. ”Ternyata hasil pihak keluarga negatif. Intinya kita diminta waspada selalu,” ucap dia.(den)

Read Previous

Rino: Bantuan Covid Koordinasikan dengan Legislatif

Read Next

Omzet FIFGroup Pontianak Anjlok 



Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *