Rogoh Kocek Pribadi, Hadirkan Mural Bergambar Permainan Barongsai
Semangat Hervin Sulap Kampung Pecinan jadi Destinasi Wisata Baru

SWAFOTO: Beberapa pesepeda silih berganti berswafoto di depan mural yang berada di Gang Gajah Mada 9, Jalan Gajah Mada. MIRZA A. MUIN/PONTIANAK POST

Mural bergambar permainan barongsai masyarakat etnis Tionghoa, menarik pemandangan mata, begitu masuk ke Gang Gajah Mada 9 di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Pontianak Selatan. Mural tersebut merupakan inisiasi Hervin Yulianto. Niatnya memang ingin menyulap lokasi ini sebagai kampung Pecinan. Agar buah pikirnya menjadi nyata, dibutuhkan tangan pemerintah demi mewujudkan satu destinasi wisata baru Pontianak

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

BEBERAPA hari ini, Gang Gajah Mada 9 mendadak viral di media sosial. Postingan netizen berlatar mural bergambar permainan barongsai budaya etnis Tionghoa yang menjadi penyebabnya.

Pontianak Post pun penasaran dan menjejak ke sana. Minggu (7/3) pagi kemarin, ternyata pintu masuk Gang Gajah Mada 9 telah ramai dikunjungi masyarakat. Kebanyakan pengguna sepeda yang penasaran dengan mural viral tersebut. Usai melihat-lihat gambar, pengunjung pun mengabadikan diri dengan berswafoto dilokasi tersebut.

Hervin Yulianto, merupakan penggagas mural bergambar permainan barongsai itu. Bermodal Rp6 juta, ia pun meminta bantuan tiga pelukis untuk menuangkan ide dalam kepalanya, ke sebuah mural bergambar budaya Tionghoa di dinding salah satu rumah masyarakat di Gang Gajah Mada 9.

Butuh waktu tiga hari, rekan-rekan Hervin melukis satu mural ini. Namun uang Rp6 juta yang dirogoh dalam koceknya tak sia-sia. Setelah mural ini jadi, Gang Gajah Mada 9 mendadak viral. Lokasi mural tersebut dijadikan masyarakat buat berswafoto.

Sebenarnya, mural bergambar budaya Tionghoa memainkan barongsai ini merupakan langkah dirinya, untuk mewujudkan sesuatu yang besar. “Saya ingin, Gang Gajah Mada 9 ini menjadi kampung Pecinan. Seperti di film-film,” ujar Hervin kepada Pontianak Post.

Usai mural ini jadi, tak sedikit masyarakat datang ke tempat ini. Bahkan perwakilan dari Disporapar Kota Pontianak dan Disporapar Provinsi Kalbar pun sudah melihat hasil mural. Kepala Disporapar Kalbar bahkan mengapresiasi. “Informasinya, Beliau ingin membiaya satu space untuk menambah mural di dinding yang masih kosong,” ucap Hervin.

Dalam kepalanya, space mural yang masih kosong akan digambar budaya khas Thionghoa. Mural tersebut menjadi dasar idenya, buat mewujudkan Gang Gajah Mada 9 sebagai kampung Pecinan. Selain mural, selanjutnya ia juga akan mendekorasi pintu gerbang masuk gang berciri khas Pecinan. Lalu tugas berat lain yang bakal dilakukan dia adalah merenovasi rumah-rumah di sana berciri khas masyarakat Tionghoa tempo dulu. Bila mimpinya terwujud, maka Gang Gajah Mada 9 bisa menjadi kampung Pecinan. Salah satu destinasi baru di Kota Pontianak.

Ide penggagas pegiat situs Tamasya Puri Wisata ini juga sudah disampaikan kepada masyarakat setempat dan disetujui warga, RT, dan RW. Namun agar kampung Pecinan dapat terwujud, ia mengaku tak bisa sendirian mengerjakannya. Dia membutuhkan tangan pemerintah dan pihak swasta, melihat peluang mewujudkan satu destinasi wisata baru di Kota Pontianak.

Apabila bisa terwujud, ia meyakini akan berdampak pada meningkatnya perputaran perekonomian warga setempat. Karena, di Kampung Pecinan ini, ternyata juga terdapat street food yang bisa memanjakan lidah pengunjungnya. “Makanan dan minuman yang dijual pastinya khas Pecinan. Seperti air tahu, caikue, dan lainnya. Pasti akan menjadi khas,” tandas Hervin. (*)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!