RS Kharitas Hentikan Operasional Sementara

RS Kharitas Bhakti di Jalan Siam. foto dokumentasi Shando Safela

PONTIANAK- Rumah Sakit Kharitas Bhakti telah telah mengambil sejumlah langkah untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 atau virus corona pasca ditemukannya pasien positif Covid-19 yang sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit tersebut.

Direktur Rumah Sakit Kharitas Bhakti drg. Krisna Karhianto mengatakan, pihaknya telah melakukan desinfektasi dan sterilisasi ruangan tempat pasien tersebut dirawat. Langkah ini diambil, kata Krisna, sesuai dengan arahan Dinas Kesehatan Kota Pontianak.

“Sejak pasien itu dirujuk ke rumah sakit lain, kami, dari pihak rumah sakit Kharitas Bhakti telah melakukan desinfektasi ruangan tempat pasien itu dirawat. Jadi seluruh ruang dan lantai, khususnya lantai lima, sudah kami isolasi dan sterilisasi,” katanya kepada Pontianak Post, Minggu (15/3) malam.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga sudah merumahkan karyawan, khususnya dokter dan perawat yang mengalami kontak langsung dengan pasien tersebut.

Menurutnya, pasien positif corona tersebut masuk ke Rumah Sakit Kharitas Bhakti sejak tanggal 4 Maret 2020, dengan keluhan demam dan sakit perut. Setelah menjalani perawatan selama satu pekan, kondisi pasien semakin buruk. Pihak Rumah Sakit Kharitas Bhakti akhirnya memutuskan untuk merujuk pasien itu ke rumah sakit lain, yakni RSUD dr Soedarso yang memiliki peralatan lebih lengkap.

“Kami tidak mengetahui, jika pasien itu terinveksi virus corona. Karena keluhan awal adalah demam dan sakit perut. Bahkan pasien juga menyangkal jika batuk dan pilek, sehingga kami lakukan perawatan. Namun kondisinya terus memburuk. Sehingga kami rujuk ke rumah sakit Soedarso yang lebih lengkap peralatannya,” bebernya.

Selanjutnya, kata Krisna, pihaknya akan menghentikan operasional rumah sakit sementara waktu, untuk mempercepat proses sterilisasi tolal rumah sakit tersebut. Sekaligus memutus rantai penyebaran virus corona lebih luas lagi.

“Untuk itu, berdasarkan hasil rapat yayasan, malam ini memutuskan untuk menghentikan operasional. Tujuannya agar bisa mensteriliasi rumah sakit secara optimal, serta menjamin mutu dan keselamatan pasien, pekerja, pengunjung maupun masyarakat di sekitar rumah sakit,” lanjutnya.

“Jika sudah kami lakukan sterilisasi, maka kami akan informasikan, kapan rumah sakit ini beroperasi kembali,” sambungnya.
Sementara pasien yang masih ada di dalam rumah sakit, lanjut Krisna, pihaknya akan merujuk ke rumah sakit lain.

“Untuk pasien yang saat ini masih ada, kami akan upayakan yang terbaik. Langkah yang akan kami ambil adalah merujuk ke rumah sakit lain. Ini demi kebaikan bersama, agar proses sterilisasi total bisa dilakukan,” pungkasnya. (arf)

loading...