RS Mitra Medika Hadirkan Alat Lab Mikrobiologi, Deteksi Covid-19 dengan Cepat

Pandemi Covid-19 yang terjadi di Kalimantan Barat, khususnya di Kota Pontianak, berdampak pada seluruh sendi kehidupan. Dunia usaha, khususnya rumah sakit merasakan betapa pandemi Covid-19 membuat serta memaksa manajemen memikirkan upaya-upaya terobosan agar kunjungan pasien ke rumah sakit tetap bagus.

Tantangan ini muncul karena masyarakat takut serta khawatir akan tertular Covid-19 bila datang ke rumah sakit, walaupun rumah sakit tersebut bukan rumah sakit yang ditunjuk untuk rujukan Covid-19.

Pada sisi lain, kita ketahui bahwa tidak semua orang yang telah terinfeksi Covid-19 menunjukkan gejala, atau sering disebut sebagai ‘orang tanpa gejala’ atau OTG. Sementara mereka yang tergolong OTG ini tetap memiliki potensi menularkan kepada anggota masyarakat lainnya.

Masyarakat dengan berbagai lapisan serta tingkat pendidikan menyikapi berkembangnya Covid-19 dengan berbagai sikap. Ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan turut andil pula dalam penyebaran Covid-19 yang sampai dengan saat ini belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Di bulan-bulan belakangan, kasus Covid-19 justru semakin banyak ditemukan. Kluster-kluster baru bermunculan, bahkan sekarang penyebaran Covid-19 bisa dikatakan sudah pada tataran komunitas.

Sarana untuk memastikan apakah seseorang sudah terinfeksi Covid-19 sangat menentukan ketepatan penatalaksanaan, baik pada pasien-pasien konfirmasi Covid-19 maupun tracing kontak erat. Namun, sarana tersebut  (alat real time-polymerase chain reaction atau RT-PCR) sangat terbatas di Kota Pontianak.

Pasien atau mereka yang ingin tahu statusnya karena kontak erat dengan orang yang terkonfirmasi Covid-19 harus menunggu lama. Hal ini berimbas pada ketepatan penatalaksanaan pada pasien dan/atau orang yang akhirnya diketahui terinfeksi Covid-19.

Menghadapi hal inilah, manajemen Rumah Sakit Mitra Medika memantapkan langkah untuk menghadirkan peralatan laboratorium mikrobiologi, melalui peralatan yang telah memperoleh izin edar oleh Kementerian Kesehatan serta sesuai pula dengan rekomendasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Upaya terobosan ini selain untuk dapat memastikan diagnosa seorang pasien yang dicurigai terinfeksi Covid-19 atau menunjukkan gejala Covid-19 secara cepat sehingga penatalaksanaan pengobatan juga menjadi lebih tepat dan akurat, namun juga ditujukan agar masyarakat yang ingin mengetahui status kesehatannya dikaitkan dengan Covid-19 dapat terlayani pula dengan cepat.

Tidak hanya mampu mendeteksi virus Covid-19, peralatan ini juga mampu mendeteksi 20 jenis virus lain, serta tiga jenis bakteri atipikal yang sering menyerang saluran pernafasan. Selain itu, mampu mendeteksi bakteri serta jamur yang sering menyebabkan penyakit meningitis, 35 jenis genotype virus human papillomavirus penyebab kanker serviks, dan lain-lain.(*)

 

error: Content is protected !!