RSUHB Bantah Lakukan Malapraktik

BERI PENJELASAN: Manajemen Rumah Sakit Umum Harapan Bersama (RSUHB) Kota Singkawang didampingi Kuasa Hukum,  Daniel Erward Tangkau, SH saat menggelar konferensi pers, Jumat (11/9). HARI KURNIATHAMA/PONTIANAK POST

SINGKAWANG – Pihak Rumah Sakit Umum Harapan Bersama (RSUHB) Kota Singkawang dengan pendampingan kuasa hukumnya menggelar konferensi pers di Taman Rekreasi Teratai Indah (TRTI) mengenai dugaan malapraktik rumah sakit ini kepada salah satu pasien berinisial EM hingga menyebabkan meninggal dunia, Jumat (11/9).

Kuasa Hukum RSUHB Singkawang, Daniel Erward Tangkau, SH mengatakan konferensi pers ini merupakan klarifikasi resmi terhadap pemberitaan sepihak di sejumlah media Online bahkan diakun Youtube pribadi yang dilakukan SP. Dimana SP merupakan suami salah satu pasien almarhumah EM.

Bersama Direktur RSUHB Singkawang, Veridiana. Kuasa Hukum RSUHB, Daniel Edward Tangkau SH menyayangkan pernyataan disampaikan SP terhadap adanya dugaan malapraktik yang terjadi di RSUHB.

Ada dua hal yang perlu diluruskan pihaknya dan diketahui semua pihak terutama masyarakat luas terkait penyebarluasan informasi dugaan malapraktik melalui media online dan akun Youtube berinisial SP tersebut.

Apabila dari analisa yang dilakukan nantinya ditemukan adanya unsur pidana atau melanggar UU ITE, maka akan pihaknya tuntut secara hukum. Pasalnya pemberitaan yang dilakukan sebagaimana pernyataan SP terkait dugaan malapraktik RSUHB terhadap istrinya yang diunggah dalam akun Youtubenya adalah pemberitaan sepihak. Kemudian pernyataan SP tersebut yang diberitakan di media online juga sepihak tanpa ada konfirmasi dengan pihak RSUB.

“Terkait pemberitaan di media online harusnya rekan-rekan pers yang memang profesional hendaknya mengedepankan pemberitaan yang seimbang. Kita tahu dalam jurnalistik itu adanamanya Cover Both Side. Tapi prinsip ini tidak digunakan,” ungkap Daniel.

Oleh sebab itu, kata Deniel, informasi yang disampaikan tidak utuh, dan tentu saja dalam hal ini pihak RSUHB Singkawang keberatan dengan pemberitaan tersebut. “Jika utuh informasinya masyarakat akan mendapatkan pemahaman utuh pula sehingga tahu bagaimana kejadiannya, prosedur medisnya bagaimana, bukan sepihak,” katanya.

Secara umum, Daniel juga menyampaikan beberapa hal terkait pernyataan SP di akun Youtubenya serta pemberitaan di media online. Seperti SP ada menyebutkan akibat pengobatan yang dijalani almarhumah, SP merasa sudah banyak keluar uang demi menyelamatkan istrinya.

“Dia (SP_Red) menyebutkan telah menjual 5 kapling tanah seharga Rp125 juta dan satu unit Dum Truk,” ungkap Daniel. Ia mempertanyakan maksud dari kalimat SP itu, Daniel juga mengaku tidak tahu. Karena setelah di cek di RSUHB Singkawang bahwa istrinya merupakan pasien BPJS-Kesehatan. “Artinya kalau peserta BPJS Kesehatan maka biaya medis ditanggung BPJS Kesehatan,” jelasnya.

Adalagi, kata Daniel, SP juga mengatakan bahwa RSUHB Singkawang sering melakukan kesalahan. “Sering melakukan kesalahan apa. SP harus buktikan, karena ini sudah banyak beredar di media Online dan media Youtube pribadi dia,” ujar Daniel.

Selain itu, Kuasa Hukum RSUHB ini bersama salah satu Dokter RSUHB melakukan pertemuan dengan SP guna menempuh jalan yang terbaik. Tapi ternyata, persoalan ini sudah dilaporkan SP ke Mapolres Singkawang dengan dugaan Malapraktik.

“Kalau memang begitu, itu hak saudara SP. kita percayakan saja kepada pihak kepolisian untuk menyelidiki masalah ini dengan benar. Betulkah yang dialami istri SP itu Malapraktik? Cukup buktikah itu dikatakan Malapraktik. Silahkan karena memang itu sudah menjadi tugas kepolisian,” ungkapnya. (har)

error: Content is protected !!