Ruko akan Dilelang, Nasabah Gugat Pihak Bank

Raymondus Loin

PONTIANAK – Siok Khun atau Leo Kamarudin, warga Kota Pontianak menggugat terhadap PT Bank Mandiri (Persero) dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pontianak, karena akan melakukan lelang terhadap rumah toko (ruko) yang dalam status kredit.

Gugatan perdata tersebut disampaikan ke Pengadilan Negeri Pontianak melalui penasehat hukumnya, Raymondus Loin pada 10 Maret 2021.

Dikatakan Raymondus, Gugatan tersebut menyusul adanya lelang terhadap rumah toko yang terletak di Jalan Johar, Pontianak Kota, Kota Pontianak yang akan dilaksanakan pada 31 Maret 2021 mendatang.

Padahal, kata Raymondus, oleh pemiliknya, Siok Khun atau Leo Kamarudin masih melakukan pembayaran cicilan hingga saat ini, akan tetapi sejak bulan Desember 2018, 25 Februari 2019, 15 April 2019 , 9 Oktober 2020 dan 24 Februari 2021 pihak bank mandiri terus melayangkan surat pemberitahuan tanggal pelelangan dan permintaan untuk pengosongan ruko.

“Secara resmi kami sudah daftarkan dan teregister dengan nomor perkara No 60/Pdt.G/2021/PN Ptk di Pengadilan Negeri Pontianak,” kata Raymundus, Jumat (19/3).

Menurut Raymondus, dengan adanya surat pemberitahuan sebanyak lima kali yang dilayangkan oleh Bank Mandiri, menyebabkan kliennya merasa resah dan terganggu secara psikologis yang berdampak pada usahanya.

“Di tambah, telah diumumkannya pelelangan di media online dan media cetak terkait Ruko yang saat ini menjadi tempat usahanya, dan bahkan nilai yang dilelang tidak sesuai dengan nilai objek sesungguhnya,” lanjutnya.

Menurut Raymundus, tindakan yang di lakukan oleh Bank Mandiri sangat meresahkan dan merupakan perbuatan melawan hukum.

“Klien saya hingga saat ini masih aktif melakukan pembayaran angsuran, tapi pihak bank tetap melakukan pengiriman surat lelang dan meminta ruko itu di kosongkan,”katanya

Seharusnya, lanjut Raymondus, jika tetap akan dilelang, jangan di terima pembayaran angsuran atau close, tapi pihak bank hingga saat ini tetap menerima pembayaran angsuran tapi juga tetap akan melakukan pelelangan, nah ini lah timbul adanya perbuatan melawan hukum,” ungkapnya.

Selain Bank Mandiri, pihaknya juga menggugat lembaga pemerintah yakni KPKNL Pontianak selaku pihak turut tergugat karena selaku lembaga yang nantinya melakukan lelang objek tersebut.

“Gugatan tidak hanya kepada bank Mandiri, dalam hal ini Bank Mandiri Pontianak unit Jalan I Gusti Ngurah Rai No 2 Pontianak, tapi juga Bank Mandiri Region IX Kalimantan di Banjarmasin, dan KPKNL Pontianak,” jelasnya.

“Jadi ada tiga pihak yang kami gugat untuk perkara ini,” sambungnya.

Ia juga menuturkan untuk selanjutnya nantinya akan digelar secara terbuka pada persidangan di Pengadilan Negeri Pontianak.

“Dengan adanya gugatan ini sangat di harapkan agar pihak Bank Mandiri tidak melakukan tindakan lain dengan mengirim surat ke klien kami, sambil menunggu proses peradilan untuk memperoleh kepastian hukum,” pungkasnya.(arf)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!