Rumah Sakitku, Rumah Keduaku; POPTI Berterima Kasih Atas Dukungan Gubernur Sutarmidji

 Persatuan Orangtua Penyandang Thalasemia Indonesia (POPTI) wilayah Kalimantan Barat merasa bersyukur dengan Inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Rumah Sakit Dr. Soedarso. Penyandang Thalasemia di Kalimantan Barat yang kini berjumlah 213 kasus, tak lagi ragu untuk datang ke Rumah Sakit.

============

Ketua POPTI Kalimantan Barat, Windy Prihastari,S.STP, M. Si menyampaikan rasa terima kasih kepada Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, yang telah mendukung inovasi yang dilakukan oleh Rumah Sakit Dr. Soedarso dengan menyediakan rumah sakit yang ramah dan nyaman bagi penyandang Thalasemia.

“Terima kasih kepada Bapak Gubernur melalui RSUD Dr. Soedarso yang telah memberikan fasilitas layanan terbaik bagi penyandang Thalasemia Kalbar, dengan pelayanan optimal yang diberikan rumah sakit kepada anak-anak semakin menumbuhkan harapan mereka dalam mengejar cita-citanya sebagaimana anak-anak normal lainnya,” ungkapnya kepada awak media, Jumat (17/7/2020).

Windy mengatakan penyandang Thalasemia harus menjalani transfusi darah sepanjang hidupnya. Hal ini menjadi beban bagi penyandang Thalasemia yang setiap berkunjung ke Rumah Sakit.

“Melalui inovasi ini, Rumah Sakit bukan lagi tempat yang menakutkan bagi penyandang Thalasemia. Selama mereka menjalani transfusi darah, mereka bisa berinteraksi dengan teman-temannya, ruangannya pun dibuat cerah dan sangat menyenangkan bagi anak-anak,” papar Windy.

Menurut data RSUD Dr. Soedarso, setelah dilakukan inovasi ruang pelayanan bagi penyandang Thalasemia, jumlah kunjungan meningkat signifikan. Pada tahun 2018, jumlah kunjungan sebanyak 1.221 dan tahun berikutnya, 2019, meningkat menjadi 1.721 kunjungan. Jumlah kunjungan ini pun selaras dengan berkurangnya jumlah penderita baru dan menurunnya angka kasus baru penyandang Thalasemia.

Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, saat presentasi di hadapan Tim Penilai Independen Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) melalui konferensi video daring (dalam jaringan), menyebutkan ketersediaan darah dan obat bagi penyandang Thalasemia dijamin pemerintah. Mengenai kolaborasi dengan masyarakat Gubernur mengatakan telah berkolaborasi untuk membantu ketersediaan darah khusus bagi penyandang Thalasemia.

“Sementara ini, kolaborasi kita dengan masyarakat adalah dengan kelompok-kelompok penyedia darah supaya biaya transfusi darah semakin hari semakin murah, karena PMI hanya melayani sterilisasi darahnya dan ketersediaan darahnya dijaga,” jelas H. Sutarmidji.

Ditambahkannya, inovasi ini tidak berhenti di kompetisi saja. Kedepan, kata Sutarmidji, Pemerintah Provinsi Kalbar juga akan mendorong kolaborasi dengan perusahaan perkebunan dan pertambangan yang ada di Kalbar untuk turut membantu penyandang Thalasemia, baik masalah penyediaan darah maupun pendanaan pengobatan melalui transplantasi sumsum tulang belakang.(*)

error: Content is protected !!