Rumah Terbakar Saat Ditinggal Antar Anak Sekolah

kebakaran

TERBAKAR: Api yang melalap bangunan rumah warga di Kecamatan Anjongan. MIFTAH/PONTIANAKPOST

MEMPAWAH– Warga Kampung Paoh, Rt 02/Rw 01, Kelurahan Anjongan Melancar dikejutkan dengan musibah kebakaran. Satu rumah warga setempat ludes dilalap si jago merah, Selasa (8/10) sekitar pukul 09.30 WIB. Polisi menduga, kebakaran bersumber dari konsleting listrik di salah satu ruangan rumah korban.

Kapolres Mempawah, AKBP Didik Dwi Santoso, S.Ik melalui Kapolsek Anjongan, Ipda Roberd Suryanto, S.Pdk mengungkapkan, korban pemilik rumah diketahui bernama Tauhida (45). Kebakaran bermula ketika korban melakukan rutinitas paginya mengantar anak ke sekolah.

Sesaat sebelum meninggalkan rumahnya, korban mengaku sempat melihat ada kepulan asap dari dalam kamar depan rumahnya. Namun, korban mengira asap tersebut berasal dari pembakaran sampah dari rumah tetangganya. Korban pun tak menghiraukan dan meninggalkan rumahnya.

Tanpa rasa curiga dan khawatir, korban pun mengunci pintu rumah untuk mengantar anak kesayangannya ke sekolah. Rupanya, asap itulah yang menjadi sumber petaka ludesnya rumah korban dalam musibah kebakaran tersebut.

Selang beberapa waktu berlalu, Lola yang juga tetangga korban sekaligus saksi mata dalam kejadian itu sedang duduk diteras rumahnya sembari menjemur padi di halaman rumah. Tanpa sengaja, saksi Lola mendengar suara lalapan api dari dalam rumah korban. Lola pun memberanikan diri melihat secara dekat untuk mengetahui suara yang didengarnya itu.

Alangkah terkejutnya Lola ketika mendapati kepulan asap dan kobakaran api mulai membakar kamar depan rumah korban. Tak berfikir panjang, Lola pun memberitahukan musibah itu kepada para tetangga di sekitar kediamannya.

Warga pun berbondong-bondong turun ke lokasi untuk membantu memadamkan api. Dengan menggunakan peralatan manual, warga menyiram kobaran api yang semakin membumbung tinggi. Sementara itu, sebagian warga lainnya menghubungi petugas pemadam kebakaran dan kepolisian setempat.

Selang 30 menit berlalu, 3 unit mobil damkar milik BPASP dan 2 unit mobil damkar milik PT Djarum tiba dilokasi. Petugas langsung berjibaku dengan api. Butuh waktu cukup lama bagi petugas untuk menjinakan amukan si jago merah. Berkat kerja keras dan kekompakan petugas, api pun berhasil dipamdamkan.

Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran itu. Meski demikian, kerugian materil yang dialami korban diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Polsek Anjongan masih mendalami penyebab kebakaran.

“Menurut saksi mata, api pertama kali terlihat dari ruang depan. Jadi kita menduga terjadi konsleting listrik hingga menimbulkan percik api dan membakar bangunan dirumah tersebut. Nanti lebih lanjut, kita akan memeriksa para saksi yang melihat kejadian ini untuk memastikan penyebabnya,” tutur Kapolsek yang turun tangan langsung memadamkan api.

Kapolsek menghimbau masyarakat agar lebih cermat dan teliti saat meninggalkan rumahnya dalam kondisi kosong. Pastikan rumah dalam keadaan aman terhadap kemungkinan hal-hal yang dapat memicu terjadinya tindak kriminalitas maupun kebakaran.

“Sebelum bepergian hendaknya periksa dulu aliran listrik, kompor gas dan keamanan pintu maupun jendela. Bila perlu titip pesan kepada tetangga agar melihat-lihat keadaan rumah paa saat ditinggalkan,” pesan Kapolsek.(wah)

Read Previous

1000 Kantong Darah Untuk Masyarakat yang Membutuhkan

Read Next

Jalan Mantoman, Singkawang Timur Hancur, Warga Sakit pun Ditandu Menuju Puskesmas

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *