Rusaknya Lapisan Terluar Gigi

Erosi Gigi

Tak hanya plak atau karang gigi yang menjadi pemicu gigi berlubang. Namun, ada masalah gigi lainnya, yakni pengikisan gigi atau erosi gigi. Masalah ini timbul ketika gigi tak dirawat dengan benar.

Oleh: Ghea Lidyaza Safitri

Pengikisan gigi atau erosi gigi adalah kerusakan pada lapisan terluar gigi atau biasa disebut enamel (email). Enamel adalah jaringan keras transparan yang berfungsi melindungi gigi. Biasanya pengikisan enamel ini disebabkan oleh produksi asam di mulut tanpa melibatkan bakteri.

Enamel tak memiliki sel hidup sehingga tak dapat meregenerasi ketika gigi mengalami keretakan. Gigi akan kehilangan perlindungan apabila enamelnya rusak. Kondisi inilah yang disebut dengan erosi gigi.

Dokter Gigi di Klinik Gigi Khalisa Dental Care, Nuri Augustini, mengatakan erosi gigi dapat dialami oleh seluruh kalangan usia, terutama pada gigi permanen. Pengikisan enamel pada gigi ditandai dengan rasa ngilu pada gigi karena terkena stimulus (rangsangan panas atau dingin).

Kepekaan gigi dimana seseorang mengonsumsi makanan panas atau dingin. Sehingga menyebabkan ngilu atau nyeri gusi dan gigi pada tahap awal erosi gigi. Serta, gigi senstitif dan nyeri.

Gigi menjadi sangat sensitif terhadap permen dan suhu air yang dikonsumsi.

“Saat makan, mungkin seseorang akan merasakan sentakan yang menyakitkan,” ujarnya.

Kemudian, pada bagian belakang gigi meliputi terbentuknya depresi pada permukaan penggigit gigi. Tambalan dapat menjadi menonjol apabila permukaan gigi sekitar terkikis akibat erosi. Enamel terkikis, gigi lebih rentan terhadap lubang atau kerusakan.

“Erosi yang cukup parah dapat menyebabkan warna gigi kuning karena terkikisnya email dan terpaparnya dentin yang berwarna kuning,” tutur Nuri.

Perempuan kelahiran Pontianak, 3 Agustus 1993 menyatakan apabila kerusakan gigi sudah memengaruhi enamel, kerusakan sudah dapat memasuki bagian utama dari gigi. Lubang kecil mungkin tak menyebabkan masalah pada awalnya.

“Namun begitu lubang berkembang dan memasuki gigi. Lubang dapat memengaruhi saraf-saraf kecil, menyebabkan abses atau infeksi yang sangat sakit,” tambahnya.

Penyebab erosi gigi sendiri dapat disebabkan kondisi intrinsik dan ekstrinsik. Intrinsik berasal dari dalam tubuh. Salah satu contohnya, asam lambung naik. Masalah gastrointestinal seperti sering muntah dan asam lambung yang membawa kadar asam tinggi ke mulut.

“Kondisi ini menyebabkan enamel gigi hilang dan menyebabkan pengikisan gigi,” jelas Nuri.
Sedangkan ekstrinsik berasal dari luar tubuh. Contohnya, seperti terpapar makanan dan minuman yang mengadung asam. Serta, terlalu sering mengonsumsi minuman bersoda yang mengandung kadar fosfat dan asam sitrat yang tinggi.

Begitu pula, dengan mengonsumsi obat-obatan. Dokter Gigi yang bertugas di Klinik Polresta dan Airud ini menuturkan ada obat-obatan tertentu yang mengandung asam atau zat dengan konsentrasi yang sama di mulut dapat menyebabkan pengikisan email gigi. **

Read Previous

Perppu Tidak Jelas, Mahasiswa Ancam Demo Lagi

Read Next

Ajak Warga Ciptakan Batik dengan Ciri Khas Lokal

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *