Rutin Jalani Prolanis, Emanuel Mendapat Pelayanan Gratis

SINTANG – Memasuki usia senjanya, Emanuel Triana mengaku tengah mengidap penyakit diabetes. Praktis sampai sekarang, ia hidup dengan tekanan gula darah di atas normal sudah selama 8 tahun. Diabetes juga merupakan penyakit kronis atau gangguan kesehatan yang berlangsung lama, serta dapat memunculkan penyakit serius lainnya seperti kerusakan saraf, stroke, dan jantung koroner.

Karenanya untuk mencegah komplikasi diabetes, salah satu caranya adalah dengan rutin memeriksakan kadar gula darah, menjaga pola makan, dan rajin melakukan aktivitas fisik seperti olahraga. Oleh karenanya, pensiunan yang karib disapa Tri ini merasa beruntung dengan adanya Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dari BPJS Kesehatan.

Prolanis sendiri adalah suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi yang melibatkan peserta, fasilitas kesehatan dan BPJS Kesehatan. Hal ini dilakukan dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan yang menderita penyakit kronis untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien.

“Bagus sekali ada Prolanis ini. Saya dan penderita diabetes lainnya jadi bisa rutin memeriksakan kondisi darah kami. Terima kasih sama BPJS Kesehatan,” ujar pensiunan guru yang tinggal di Jalan Oevang Oeray, Desa Baning Kota, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang ini.

Emanuel juga mengungkapkan bahwa setiap minggu, tepatnya pada hari Sabtu, peserta Prolanis dari BPJS Kesehatan berkumpul untuk memeriksakan kesehatan dan melakukan olahraga bersama. Selain itu setiap bulan juga diresepkan oleh dokter beberapa obat yang harus dikonsumsi untuk mengontrol gula darahnya. Setelah menjadi penerima manfaat JKN-KIS dari segmen Bukan Pekerja (BP) penerima pensiunan PNS.

“Setiap bulan saya dan istri dikasih resep oleh dokter untuk suntik insulin dan obat-obatnya. Ndak bayar, saya ndak mengeluarkan uang sama sekali,” katanya.

Selain ditanggung BPJS Kesehatan, ia juga merasa beruntung kini obat yang diresepkan dokter selalu mudah didapatkannya di apotek.

“Setiap saya akan menebus obat kembali pasti sudah ada dan bahkan banyak di apotek-apotek terdekat, malah lengkap sekali,” katanya.

Sebagai seorang pensiunan PNS, ia membayangkan akan mengalami kesulitan secara ekonomi untuk rutin memantau gula darahnya. Untungnya kepesertaannya di JKN-KIS membantu menanggung semua biaya berobatnya. Diakhir penutup ia mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan dan program JKN-KIS atas perhatian pada penderita penyakit kronis seperti dirinya lewat program Prolanis. Termasuk juga menanggung biaya berobatnya, seperti konsultasi dokter dan obat untuk mengontrol gula darahnya.

“Kalau seperti saya sebagai pensiunan bila berobat harus bayar terus ya tidak mampu Mas jujur saja, tp syukur ada JKN-KIS yang memang mengcover semua jenis penyakit termasuk penyakit yang saya derita saat ini, terima kasih. Harapannya untu BPJS Kesehatan adalah untuk tetap menjalankan program JKN-KIS ini sebaik-baiknya,” tutup Emanuel. (FR/ris)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!