Sabun Lebih Efektif dari Hand Sanitizer

PONTIANAK- Badan Pengawasan Obat dan Makanan(BPOM) RI menjelaskan penggunaan sabun lebih efektif membunuh virus daripada hand sanitizer.

Plt Kepala Balai Besar POM di Pontianak, Ketut Ayu Sarwetini menjelaskan perbandingan keduanya. Sabun dapat digunakan berulang kali, residu kuman yang sudah mati ikut terbawa air mengalir, ramah digunakan untuk semua orang.

Selain itu, kandungan antiseptik sabun tidak berubah di segala kondisi. Sabun efektif membersihkan tangan yang tidak tampak kotor maupun kotor. 

Namun Ketut Ayu mengingatkan agar menggunakan sabun yang telah memiliki nomor izin edar dari Badan POM. “Jangan lupa selalu cek tanggal kedaluwarsanya,” jelas Ayu.

Sementara itu, pada hand sanitizer setelah digunaan lima kali berturut-turut, tangan harus dicuci menggunakan air mengalir untuk mencegah resistensi antiseptik. Residu kuman yang sudah mati masih menempel ditangan. Pada beberapa orang, penggunaan hand sanitizer dapat mengiritasi kulit. 

Ketut Ayu juga menjelaskan bahwa sifat alkohol pada hand sanitizer mudah menguap. Jika ditempatkan di luar ruangan atau tempat dengan suhu tinggi dapat mengubah konsentrasi alkohol 70 persen. “Konsentrasi dapat bertambah atau berkurang,” jelasnya.

Meski demikian, hand sanitizer efektif membersihkan tangan yang tidak tampak kotor. Terutama saat jauh dari tempat cuci tangan, kesulitan mencari air bersih, dalam kondisi bepergian. 

Ketut Ayu mengajak masyarakat untuk rajin cuci tangan pakai sabun. Terutama setelah memegang HP, komputer, uang, gagang pintu salaman, dan lainnya. 

Untuk mencegah penyebaran Covid 19 ini, hendaknya masyarakat selalu menjaga kebersihan tangan, pakai masker jika dalam kondisi sakit, makan makanan yang aman dan bergizi dan aman dari bahaya fisik, kimia, dan biologis. Jaga jarak atau social distancing, minimal satu meter terutama orang sakit. Tetap di rumah saja sampai kondisi kembali membaik. (mrd)

error: Content is protected !!