Sah, Perkara Anak Pukul Bapak Dihentikan

SANGGAU – Kepala Kejaksaan Negeri Sanggau, Tengku Firdaus, Selasa (20/10) mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah menghentikan perkara kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh tersangka Yosep Dandi (anak kandung) kepada korban Yohanes Gun (ayah). Perkara tersebut dianggap selesai.

“Berawal adanya pemukulan yang dilakukan oleh tersangka (dalam kondisi mabuk) terhadap korban yg terjadi pada Kamis (27/8) lalu di Kecamatan Bonti. Atas pemukulan itu korban mengalami luka pada bagian pelipis yang selanjutnya dilaporan ke Polsek Bonti,” ungkapnya.

“Atas laporan korban, selanjutnya dilakukan penyidikan terhadap tersangka dengan sangkaan pasal 44 ayat 1 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 atau pasal 351 KUHP dan selanjutnya dilakukan penahanan terhadap tersangka,” jelas dia.

“Seiring berjalannya waktu berkas perkara dinyatakan lengkap (P.21) oleh jaksa peneliti karena telah memenuhi syarat formil dan materil, kemudian pada 5 Oktober 2020 ditindaklanjuti proses tahap dua (penyerahan tersangka dan barang bukti),” katanya melanjutkan.

“Nah, dalam proses tahap dua, tersangka didampingi oleh korban dan istri menyampaikan permohonan kepada jaksa penuntut umum untuk tidak melanjutkan perkara ke pengadilan,” ujarnya.

Dengan adanya permintaan tersebut dan memperhatikan sejumlah pertimbangan, berdasarkan ketentuan Peraturan Kejaksaan Nomor15 Tahun 2020, JPU mengajukan nota pendapat terkait penghentian penuntutan dan melakukan ekspose kepada Kajari Sanggau.

Kemudian, pada 6 Oktober, JPU mengundang pihak tersangka, korban, saksi serta tokoh masyarakat untuk dilakukan upaya mediasi dengan tujuan perdamaian.

“Dari hasil mediasi tersebut diperoleh kesepakatan damai antara tersangka dan korban tanpa syarat. Selanjutnya administrasi perdamaian antara kedua pihak diteruskan kepada kejaksaan Tinggi kalbar untuk mendapatkan persetujuan dan telah disetujui berdasarkan surat Nomor B-2716/O.1 Ees.1/10/2020 tanggal 12 Oktober 2020,” jelas Tengku.

“Nah, hari ini, 20 Oktober, saya selaku Kepala Kejaksaan Negeri Sanggau telah menerbitkan Surat Nomor 1211/O.1.14/Eku.1/10/2020 tentang penghentian penuntuntutan atas nama Yosep Dandi dan membebaskannya dari Tahanan Rutan Polsek Bonti untuk kembali berkumpul dengan kedua orangtuanya,” tegas dia. (sgg)

error: Content is protected !!