Sajingan dan Galing Dapat Satu Minibus dan Tiga Speedboat

Sajingan dan Galing Dapat Satu Minibus dan Tiga Speedboat

Bantuan Moda Transportasi untuk Kecamatan Daerah Perbatasan

Sebagai upaya mengurangi kesenjangan wilayah dan meningkatkan mobilitas dan konektivitas bagi penumpang dan barang di daerah, karenanya perlu penyediaan sarana dan prasarana transportasi wilayah tertinggal, perbatasan negara, transmigrasi dan kepulauan.

Fahrozy, Galing & Sajingan

KECAMATAN Galing dan Sajingan menerima bantuan Moda Transportasi Pedesaan DAK Bidang Transportasi Tahun Anggaran 2019.

Masing-masing satu unit minibus untuk Bumdes Sebunga Kecamatan Sajingan dan tiga unit speed boat lengkap dengan mesin 15 PK plus sarana  keselamatannya masing-masing kepada Bumdes Sasak Kecamatan Sajingan, Bumdes Teluk Pandan Kecamatan Galing dan Bumdes Tempapan Kuala Kecamatan Galing.

Penyerahan langsung oleh Bupati Sambas H Atbah Romin Suhaili Lc MH didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas Ir H Fery Madagaskar Msi.

“Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik Afirmasi merupakan skema pendanaan yang dijalankan pemerintah dengan Kementerian Desa,  Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi sebagai pengampu. Diharapkan bisa menjadi faktor pemungkinan (enabling factor) untuk pembangunan daerah tertinggal, daerah perbatasan, pulau kecil terluar serta transmigrasi,” kata Bupati Sambas, Kamis (5/12).

Bantuan, sebut Atbah, adalah upaya mengurangi kesenjangan wilayah dan meningkatkan mobilitas dan konektivitas bagi penumpang dan barang di daerah, melalui penyediaan sarana dan prasarana transportasi wilayah tertinggal, perbatasan negara, transmigrasi dan kepulauan.

“Bila ini dikelola dengan baik, maka akan mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi, agar daerah tertinggal seperti lokasi prioritas perbatasan, kawasan transmigrasi dan pulau-pulau kecil bisa menjadi pusat pelayanan dasar pertumbuhan ekonomi rakyat dan mempercepat  pembangunan,” katanya.

Kabupaten Sambas, pada 2019 ini mendapatkan moda transportasi pedesaan berupa 1 unit mini bus dan 3 unit speedboat dan kelengkapannya.

“Bantuan diserahkan kepada desa dan dikelola oleh Bumdes setempat untuk dapat dipergunakan bagi kebutuhan/kepentingan masyarakat desa tersebut dan dapat dipergunakan atau diusahakan sebagai salah satu sumber pendapatan Bumdes pengelola yang mana dana tersebut dipergunakan sebagai dana operasional perawatan kendaraan tersebut,” katanya. (*)