Salah Satu Malam Terhebat Nadal

rafael nadal

MENANG : Membuang raket dan merebahkan tubuhnya di atas lapangan. Dia berteriak keras sambil memejamkan mata usai memastikan kemenangan atas Medvedev di partai final tunggal putra AS Terbuka di USTA Billie Jean King National Tennis Center di New York (8/9). TIMOTHY A. CLARY / AFP

NEW YORK–Saat bola pengembalian Daniil Medvedev melebar dari garis baseline, Rafael Nadal langsung membuang raket dan merebahkan tubuhnya di atas lapangan. Dia berteriak keras sambil memejamkan mata. Nafasnya masih begitu tersengal-sengal.

Beban berat di pundaknya saat itu seketika menghilang. Tekanan sengit selama empat jam 50 menit di atas Arthur Ashe Stadium baru saja dia empaskan.

Itulah momen Nadal memastikan kemenangan atas Medvedev di partai final tunggal putra Amerika Serikat (AS) Terbuka. Pertandingan berlangsung sengit dalam lima set 7-5, 6-3, 5-7, 4-6, 6-4.

Hasil ini membuat petenis kidal tersebut merebut gelar AS Terbuka keempatnya sepanjang karir. Total, seluruh gelarnya dari berbagai grand slam saat ini menjadi 19 trofi. Alias tinggal terpaut satu piala dari Roger Federer. Petenis Swiss itu sampai saat ini adalah pemegang rekor gelar grand slam terbanyak sepanjang masa di sektor tunggal putra.

Meski sudah 19 trofi yang dia raih, dan 27 kali tampil di final mayor, Nadal tetap menunjukkan emosi begitu dalam ketika memastikan gelar juara kemarin. Dia merasa momen ini salah satu yang terhebat sepanjang 18 tahun karirnya di pentas profesional.

Perlawanan Medvedev yang begitu sengit membuat petenis kidal itu merasa mendapat kepuasan pribadi yang tinggi. Apalagi jarak usia keduanya terpaut satu dekade. “Suatu kehormatan masih bisa berada di pertarungan ini. Perjuanganku mendapatkan momen hebat ini begitu keras. Biasanya aku bisa mengontrol emosi. Tapi kali ini aku tidak mampu melakukannya,” ucap petenis 33 tahun tersebut dilansir New York Times.

Air mata Nadal tak terbendung ketika pihak penyelenggara memutar video flash back momen-momen kemenangan yang dia dapat di berbagai ajang grand slam. Itu dilakukan sebelum seremoni penyerahan piala.

Sambil duduk di bangku pemain, dia mencoba menutupi air mata dengan menaruh kedua tangan di wajahnya. Saat itu kamera sedang menyorotnya dan langsung terhubung ke layar raksasa. “Video itu, dan antusiasme penonton yang luar biasa membuat momen ini terasa super spesial,”ucap Nadal.

Bagi Medvedev kekalahan ini mengakhiri perjalanan sensasionalnya sepanjang musim panas ini. Dalam dua bulan terakhir, dia terus mampu menembus partai puncak di empat kompetisi yang dia ikuti. Medvedev pun kini menembus ranking empat dunia. Tertinggi sepanjang karir petenis Rusia tersebut.

Sebelum tampil di final ajang mayor perdananya kemarin, petenis 23 tahun itu juga tampil di final Washington Open, Rogers Cup, dan Cincinnati Masters. Dari tiga final itu satu di antaranya berbuah gelar yakni di Cincinnati. Rekornya di empat ajang itu adalah 20-3.

“Ini momen yang akan aku kenang sampai berusia 70 tahun,” ucap Medvedev dilansir situs resmi ATP.

“Aku sudah mengeluarkan semua kemampuan untuk melawan petenis terbaik di sejarah olahraga ini. Untuk itu tampaknya aku juga pantas mengapresiasi diriku sendiri,” tambahnya dalam seremoni penyerahan piala.

Kemenangan Nadal ini juga menunjukkan bahwa para petenis big three yakni Nadal, Novak Djokovic, dan Roger Federer masih begitu dominan dalam peburuan gelar ajang mayor. Kemenangan Nadal membuat tiga petenis top itu menguasai gelar di 12 ajang mayor terakhir. Atau tepatnya sejak Stanislas Wawrinka menang di AS Terbuka 2016. (irr)

Read Previous

Jika Memang Harus Libur, Silakan Diliburkan

Read Next

Pontianak Post Siapkan Program Bagi Siswa

Tinggalkan Balasan

Most Popular