Salat Id di Masjid Diperbolehkan di Sekadau

Rapat – Sejumlah pihak terkait, Pemkab Sekadau, Forkopimda, tokoh agama, pengurus masjid membahas pelaksanaan Salat Id di Masjid Besar Al-Falah, Rabu (20/5) pagi. Sigit Adriyanto/Pontianak Post

Wajib Ikut Prokes

SEKADAU HILIR– Masjid-masjid di wilayah Kabupaten Sekadau dibolehkan menggelar ibadah Salat Id jelang perayaan hari raya Idul Fitri, yang jatuh pada hari Minggu (24/5) mendatang. Keputusan tersebut diambil berdsarkan rapat bersama yang dilakukan oleh Pemkab Sekadau, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pengurus-pengurus masjid yang ada di Kabupaten Sekadau, yang berlangsung di Masjid Besar Al-Falah Sekadau, Rabu (20/5) kemarin pagi.

“Kita sudah koordinasikan, yang mana kita tetap wajib mematuhi fatwa MUI (majelis ulama Indonesia) Nomor 28 Tahun 2020. Maka untuk Salat Id 1441 H dapat dilaksanakan,” ujar Zakaria saat diwawancarai usai rapat bersama.

Kendati demikian, Zakaria menekankan agar setiap masyarakat yang hendak mengikuti ibadah Salat Id harus mengikuti ketentuan yang berlaku sesuai prokes (protokol kesehatan), seperti menjaga jarak, mengenakan masker, membawa perlengkapan Salat sendiri, dan terpenting tidak dalam keadaan sakit. Hal ini, kata dia, situasi yang ada saat ini sekaligus sebagai langkah mengantisipasi penyebaran wabah Covid-19.

Zakaria berharap, dengan diterapkannya protokol kesehatan dalam pelaksanaan Salat Id ini bisa menekan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sekadau. Disamping itu, ia menegaskan bahwa meski Salat Id boleh dilakukan, namun untuk kegiatan lainnya, seperti takbir keliling tidak diperkenankan untuk dilakukan.

“Untuk takbir di masjid boleh-bole saja, tapi untuk takbir keliling ditiadakan. Tetap jaga jarak 1,5 hingga 2 meter silakan takbiran. Tapi untuk takbir keliling tidak ada,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Ketua MUI Kabupaten Sekadau, KH Mudhlar mengatakan bahwa dalam paparan hasil rapat, diketahui saat ini Kabupaten Sekadau berada di zona hijau dari Covid-19. Dengan demikian, jika menjurus pada fatwa MUI Nomor 28 tahun 2020, katanya, bagi daerah yang berada di zona hijau diperbolehkan untuk melaksanakan Salat Id di tanah lapang, masjid, musala, dan tempat lainnya.

“Karena Sekadau saat ini masih zona hijau dan sesuai kesepatakan bersama, maka di Sekadau bagi masjid-masjid yang ingin melaksanakan Salat Id diperbolehkan. Namun dengan catatan tetap wajib mengikuti protokol kesehatan. Ini mesti dijaga agar status zona hijau tidak berubah. Harapan kita dengan dilaksanakannya protokol kesehatan, pandemi Covid-19 ini bisa ditekan,” paparnya.

 

Dia pun berharap agar dalam pelaksanaannya, pengurus masjid maupun musala hendaknya mengikuti arahan, terutama terkait protokol kesehatan. Diantaranya menyediakan wastafel dan pengukur suhu badan bagi setiap jamaah yang hendak mengikuti gelaran ibadah Salat Id.

“Kita juga minta agar imam dan khatib Salat Id merupakan warga setempat. Bukan didatangi dari jauh. Ada durasi khotbah, yaitu maksimal tujuh menit. Itu sudah termasuk khotbah pertama dan kedua,” ungkapnya.

Ketua Masjid Besar Al-Falah Sekadau, Isnaini menyebut pihaknya siap untuk menggelar pelaksanaan ibadah Salat Id. Terlebih, kata dia, ini merupakan desakan dari umat yang ribdu terhadap masjid.

Dia mengatakan bahwa untuk perlengkapan sesuai protokol kesehatan sudah dipersiapkan, seperti wastafel maupun alat pengukur suhu tubuh. Hanya saja, kata dia, untuk pengaturan teknis di lapangan saat ini masih dalam proses pembahasan  bersama pengurus Masjid Besar Al-Falah Sekadau.

“Kemungkinan besar, kita ada diapkan dua ruanhan besar. InsyaAllah ruang utama khusus untuk jamaah perempuan, diluar laki-laki. Mimbar khatib diluar. Itu kemungkinan besar, karena kita juga masih dalam pembahasan terkait teknis itu,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI), Salim mengungkapkan bahwa untuk Salat Id sendiri, pihaknya memastika bahwa pihaknya tak akan mengadakan Salat Id di lapangan terbuka untuk tahun ini.

“Kalau tahun-tahun sebelumnya, Salat Id kita lakukan di Terminal Lawang Kuari. Tapi karena kondisi saat ini tengah ada waba Covid-19, jadi sulit terlebih harus mengikuti protokol kesehatan untuk dilakukan di lapangan,” katanya.

Maka dari itu, lanjut Salim, untuk pelaksanaan Salat Id tahun ini sendiri semua ibadah dialihkan kembali ke masjid-masjid yang siap menggelar dengan ketentuan mengikuti protokol kesehatan, termasuk Masjid Besar Al-Falah. “Melihat situasi dan ketentuan yang ada berdasarkan fatwa MUI, kita komitmen untuk tidak melaksanakan Salat Id di tanah lapang,” pungkasnya. (Sig)

Read Previous

Masjid Agung Oeman Al Khair Gelar Salat Id

Read Next

Salat Ied di Zona Non Merah Diperbolehkan