Sambas KLB Covid 19; Tak Perlu Panik, Tapi Selalu Waspada

Bupati Sambas umumkan penetapan KLB covid 19 di Kabupaten Sambas

SAMBAS – Pemerintah Kabupaten Sambas secara resmi menetapkan Status Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid 19. Kondisi diambil dalam upaya peningkatan kewaspadaan dan pencegahan terhadap wabah tersebut, dimana Sambas sudah ada lima orang sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) serta sekitar 443 Orang Dalam Pengawasan (ODP).

Status KLB ditetapkan paska rapat yang dipimpin langsung Bupati Sambas, dihadiri Wakil Bupati Sambas, Forkopimda, Rektor IAIS, ormas Islam, Tokoh adat, tokoh masyarakat, Baznas, sejumlah kepala OPD. Dalam pertemuan tersebut dihasilkan sejumlah kesepakatan.

Diantaranya KLB Covid 19 di Kabupaten Sambas terhitung mulai Selasa, 24 Maret 2020 hingga waktu yang tidak ditentukan sesuai dengan perkembangan situasi dan kondisi di Kabupaten Sambas . Hal-hal yang bersifat teknis akan ditetapkan sesuai dengan Keputusan Bupati dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami berharap kepada masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik dan selalu waspada. Guna mengetahui informasi terkait covid-19 dapat menghubungi gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Kabupaten Sambas,” kata Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc MH, Selasa (24/3). Atbah juga berharap fokus di daerah perbatasan terus ditingkatkan, mulai PLBN Aruk, hingga batas antar kabupaten atau kota.

Wakil Bupati Sambas, Hj Hairiah SH MH mengatakan pertambahan jumlah Orang Dalam Pengawasan yang signifikan menjadi salah satu status KLB ditetapkan. Diharapkan dengan penetapan ini, langkah-langkah yang akan dilaksanakan maksimal.

“Ini perlu dukungan semua pihak termasuk masyarakat, karena ada dampak yang akan dirasakan ketika KLB diterapkan,” katanya.

Ketua DPRD Kabupaten Sambas, H Abu Bakar SpdI mengatakan DPRD secara kelambagaan akan mendukung penetapan KLB di Kabupaten Sambas. “Kalau sudah ditetapkan KLB, maka harus dilaksanakan. DPRD secara kelembagaan mendukung sepenuhnya terlebih ini ada kaitannya erat dengan anggaran, sehingga ini akan bersama-sama ditindaklanjuti,” katanya. Namun demikian, Ketua DPRD Sambas ini mengingatkan meski dalam kondisi bencana, masalah pertanggungjawaban penggunaan anggaran nantinya harus sebaik mungkin,

Dandim 1208/SBS, Letkol Inf Setyo Budiyono juga memberikan dukungan penetapan KLB di Kabupaten Sambas. Ke depan dengan ditetapkannya status ini, maka upaya pencegahan bisa lebih maksimal. “Kami di Kodim bersama seluruh Koramil sudah berupaya juga secara bersama mencegah penyebaran covid 19. Ke depannya dengan status ini upaya bersama dengan semua pihak harus lebih digencarkan, terutama di PLBN Aruk, kemudian bagaimana meyakinkan masyarakat untuk melewati border secara terpantau dan teridentifikasi.

Kapolres Sambas, AKBP Robertus B Herry AP juga menyampaikan hal sama. Dukungan dari jajaran kepolisian akan dilakukan jika KLB ditetapkan. “Sejumlah kegiatan sudah dilaksanakan kepolisian untuk pencegahan covid 19, kemudian ada juga maklumat Kapolri tertanggal 19 Maret 2020. Sehingga dengan ditetapkannya KLB kami akan mendukung, kemudian ada langkah strategis dengan langsung action di lapangan,” katanya.

Kajari Sambas, Ichwan Effendi SH juga memberikan dukungan penetapan KLB. Diharapkan gugus tugas yang telah dibentuk memiliki aksi nyata, kemudian bersama dengan semua pihak dan masyarakat bersama-sama memerangi covid 19. Selain itu, ada banyak hal yang harus menjadi perhatian bersama, terutama pemerintah setelah KLB dilaksanakan.(fah)

Read Previous

Pandemi Corona, Pelindo II Cabang Pontianak Berikan CSR ke Pemkot Pontianak

Read Next

Orang Ketiga Positif Covid-19 Diisolasi di Rumah, Belanja Hari-hari Dibantu RT

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *