Sanggau Menjebol Target Tiga Besar Kota Budaya

KOMPILASI: Penampilan berbagai tarian budaya yang ada di Kabupaten Sanggau ditampilkan pada pesta rakyat bhayangkara di Mapolres Sanggau, kemarin. sugeng/pontianakpost

Enam Besar Nominasi dari 54 Kabupaten dan Kota

Kita adalah daerah perbatasan. Bahkan pikiran mereka bahwa budaya-budaya nusantara ini sangat tepat diangkat Kabupaten Sanggau untuk menunjukkan ke negara tetangga, bahwa ini adalah miniaturnya Indonesia. Bukan hanya mendorong satu budaya. Tetapi dilihat dari tampilannya, dari beragam etnis.

Sugeng, SANGGAU

BUPATI Sanggau, Paolus Hadi mengatakan Bumi Dara Nante menjadi salah satu nominasi dari 54 kabupaten dan kota se-Indonesia dalam seleksi Kota Budaya.
Sejauh ini, Sanggau berhasil masuk posisi enam besar secara nasional. Demikian disampaikannya pada pesta rakyat Bhayangkara di Mapolres Sanggau.

“Senang sekali saya melihat acara hari ini. Pesta rakyat HUT Ke-73 Bhayangkara. Banyak sekali tampilan-tampilan budaya. Inilah khasnya Sanggau seperti yang sudah saya sampaikan berkali-kali pada setiap momen kegiatan,” katanya, Selasa (16/7).

Panitia dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia berharap Kabupaten Sanggau dapat menjadi leader terutama dalam menggerakkan seluruh potensi budaya nusantara yang ada di Sanggau.

“Itu menjadi poinnya. Apalagi kita adalah daerah perbatasan. Bahkan pikiran mereka bahwa budaya-budaya nusantara ini sangat tepat diangkat Kabupaten Sanggau untuk menunjukkan ke negara tetangga bahwa ini adalah miniaturnya Indonesia yang betul-betul bukan hanya mendorong satu budaya. Hari ini saya lihat tampilan-tampilan dari berbagai etnis,” jelasnya.

Dirinya sangat yakin Kabupaten Sanggau dapat menjadi bagian dari tiga besar dalam ajang tersebut.
“Saya dapat kabar, mudah-mudahan enam besar ini, kita bisa menjadi bagian tiga besar. Kemarin Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan lapor kepada saya, staf ahli menteri mau datang ke sini, khusus untuk mewawancara bupati terkait hal ini,” ungkapnya.

Pemkab Sanggau telah berkomitmen dengan menetapkan kegiatan kebudayaan menjadi agenda rutin tahunan dan memfasilitasi rumah-rumah budaya serta mengalokasikan hibah untuk pagelaran kebudayaan berbagai etnis yang ada di Bumi Dara Nante.

“Dewan Adat Dayak untuk Gawai Dayak, Keraton Surya Negara dan Majelis Adat Budaya Melayu (BABM) untuk Festival Paradje Pasaka Negeri, Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) untuk Cap Go Meh, Keraton Pakunegara Tayan untuk Mandi Bedel dan Perang Ketupat. Kemudian, ada wayang kulit dan campursari, malam Badendang, budaya pasuruan dan titian muhibah. Semuanya kita fasilitasi untuk kemajuan budaya di daerah,” terangnya. (*)

Read Previous

Gempa Landa Bali dan Sebagian Jatim, Puluhan Bangunan Hancur

Read Next

Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *