Satar Siap Divaksin Pertama

TERIMA: Wali Kota Pontianak menerima vaksin covid 19 jenis Sinovac. Rencananya vaksin ini akan didistribusikan kepada tenaga kesehatan. ISTIMEWA

Saya bersedia menjadi orang pertama yang diberikan vaksin sinovac. Saya juga siap untuk divaksin pertama kali di Pontianak

Satarudin.

SATARUDIN

PONTIANAK – Sebanyak 10.400 vial vaksin Sinovac telah didistribusikan ke Pontianak, Rabu (13/1). Dalam waktu dekat penerima vaksin tahap pertama akan dilakukan dengan target tenaga kesehatan dan petugas lapangan yang memberikan vaksin langsung kepada masyarakat.

“Vial Vaksin Sinovac dari Dinkes Provinsi Kalbar sudah datang dan diterima Dinkes Kota Pontianak,” ujar Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

Semua vaksin itu, lanjut dia, disimpan di ruang penyimpanan Gudang Farmasi Dinkes Kota Pontianak. Ruangan tersebut mampu menampung sekitar 15.000 vial vaksin. Seandainya nanti, vaksin yang diterima melebihi kapasitas ruangan itu, sebagai alternatif pihaknya akan menempatkan di gudang milik Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak yang lokasinya bersebelahan dengan Dinkes Kota Pontianak.

Edi melanjutkan, untuk penerima vaksin tahap pertama ini, pihaknya memprioritaskan kepada mereka yang sangat berisiko terhadap penularan Covid-19. Seperti tenaga kesehatan (nakes) dan petugas lapangan yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Jika persediaan vaksin masih ada, selanjutnya ditujukan bagi anggota TNI, Polri, dan ASN. Selanjutnya ditujukan untuk masyarakat umum. Vaksin ini tentunya menyasar kepada masyarakat.

“Untuk anggaran persediaan vaksin berasal dari pemerintah pusat. Presiden telah menyatakan vaksin ini gratis, kita tinggal melaksanakannya saja,” ucapnya.

Ia melanjutkan ada 23 puskesmas yang sudah siap melaksanakan vaksinasi ini. Untuk teknis distribusinya berdasarkan permintaan dari kebutuhan yang diperlukan. “Rencananya besok atau lusa akan langsung digunakan untuk memberikan vaksin kepada tenaga kesehatan,” ungkapnya.

Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin siap menjadi orang pertama yang diberikan vaksin sinovac besok (hari ini). Bersedianya Satarudin divaksin sebagai wujud memberikan rasa aman pada masyarakat sekaligus menghilangkan stigma negatif dari kabar hoaks tentang dampak vaksin tersebut.

“Saya bersedia menjadi orang pertama yang diberikan vaksin sinovac,” ujar Satarudin.

Ia menjelaskan, video yang tersebar di media sosial tentang dampak negatif dari pemberian vaksin covid 19 belum dapat dibuktikan kebenarannya. Pemerintah Republik Indonesia, dalam pemilihan vaksin, pendistribusian sampai ke sasaran penggunaan vaksin pada golongan pertama juga tidak asal-asalan.

Tenaga kesehatan, kata dia, merupakan orang pertama yang diberikan vaksin. Alasannya, karena mereka merupakan garda terdepan dalam upaya memutus mata rantai virus covid 19.

Beraninya Satar sebagai orang pertama di Pontianak buat divaksin, selain mencontohkan juga mau memberikan rasa aman pada masyarakat, sekaligus menghilangkan stigma negatif tentang kabar hoaks terhadap dampak vaksin pada tubuh manusia.

Satar mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Secara umum, Pontianak sudah siap buat melakukan vaksin. Tentunya pada orang-orang yang diutamakan. “Saya juga siap untuk divaksin pertama kali di Pontianak,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu mengatakan puskesmas akan terus memonitor aplikasi P-Care. Aplikasi itu berisikan undangan kepada sesorang yang telah ditentukan tempat dan waktu vaksinasi. Dari proses pendaftaran di aplikasi pedulilindungi.id, sudah disediakan self asessment.

Seperti diketahui pada tahap pertama vaksinasi ditujukan bagi nakes. Untuk jumlah nakes yang terdaftar di Kota Pontianak sebanyak 5.500 nakes

Sidiq menyebutkan jumlah itu masih terus berkembang sebab pendaftaran masih berjalan. Namun dari jumlah tersebut, tidak seluruhnya bisa divaksinasi sebab ada kriteria yang menyebabkan orang tersebut tidak bisa divaksin.

“Kriteria eksklusif misalnya pernah terpapar Covid-19, ada penyakit komorbid sehingga tidak bisa divaksin,” jelas Sidiq usai kegiatan Penerimaan Vaksin Covid-19, di Kantor Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Rabu (13/1).

“Tergantung hasil dari screening yang dilakukan, apakah bisa divaksin atau tidak,” imbuhnya.

Ia menambahkan apabila nakes yang ada di Kota Pontianak sudah divaksinasi seluruhnya, maka vaksinasi dilanjutkan untuk TNI, Polri dan ASN selama vaksin masih tersedia. “Setelah itu baru menyasar kepada masyarakat,” tutur Sidiq.

Sedangkan untuk rentang usia yang diberikan vaksin Sinovac berkisar antara 18 hingga 59 tahun. Upaya imunisasi berdasarkan pada uji klinis yang telah dilakukan. Di Kota Pontianak, terdapat 23 Puskesmas dan 13 fasilitas kesehatan lainnya telah siap untuk melaksanakan vaksinasi.

“Di Kota Pontianak semuanya berperan untuk memberikan suntikan, hanya waktu masing-masing fasilitas kesehatan berbeda tergantung kemampuan fasilitas kesehatan,” paparnya.

Untuk penyuntikkan vaksin, kata Sidiq, dilakukan secara intramoskular di lengan sebelah kiri sebagaimana imunisasi biasa yang telah dilakukan. Teknis pelaksanaan imunisasi menurutnya bukanlah hal yang baru, hanya saja jenis vaksinnya yang baru serta masih menggunakan Emergency Use Authorization (EUA).

“Sehingga siapa yang akan divaksin maka harus terus dimonitoring secara ketat,” katanya. (iza/mse)

error: Content is protected !!