Sate Maranggi Filosofi Tiga Daging Setusuk

Kuliner Khas Sunda

Kekayaan kuliner nusantara memang tidak diragukan lagi. Tak terkecuali makanan-makanan khas Sunda. Citarasanya begitu lezat. Terkenal gurih dan manis.

Oleh : Siti Sulbiyah

Asep Ginanjar, Owner Dapok Teteh mengatakan, rasa manis yang dipadu dengan pedas juga merupakan salah satu ciri khas masakan sunda.

“Makanan khas Sunda memang berbeda ketika membandingkan makanan khas Melayu di Pontianak yang cenderung memiliki kadar asin yang lebih tinggi. Karena itulah, kami juga coba membuat kuliner khas Sunda yang cocok untuk lidah orang Pontianak,” kata Asep.

Selain cita rasanya, kuliner khas Sunda punya singkatan yang lucu dan unik. Misalnya cilok yang berarti aci dicolok, cireng singkatan dari aci digoreng, serta cimol yang berarti aci digemol. Nah, berikut beberapa kuliner khas Sunda yang bisa menjadi referensi bagi para pencinta kuliner.

Sate Maranggi

Daging kambing dan sapi merupakan bahan utama pembuatan sate maranggi. Namun, dalam perkembangannya, menurut Asep, sate ini juga dapat diolah dari daging ayam. Seperti sate maranggi yang sering ia buat, kebanyakan berbahan dasar ayam. Hal itu dilakukan karena orang Pontianak cenderung lebih suka dengan sate berbahan dasar daging ayam.

Cara memasaknya dengan merendam daging yang telah ditusuk ke dalam bumbu rempah yang rasanya manis. Manisnya sate ini berasal dari gula aren, bukan kecap. Setelah direndam, barulah daging dibakar. Berbeda dengan sate pada umumnya yang biasa ditemui, uniknya sate ini tidak diberi saus atau bumbu kacang. Walaupun begitu, cita rasa sate sudah terasa di lidah karena bumbunya sudah sangat meresap.

Sate ini dikenal sebagai kuliner khas yang berasal dari Purwakarta. Menurut Asep, sate ini memiliki filosofi ‘Tiga Daging Setusuk’ yang melambangkan Tri Tangtu, yaitu tekad, ucap, dan tindakan dalam bahasa Sunda.  “Tiap tusuk Sate Maranggi terdiri dari tiga potongan daging,” kata Asep.

Ketan Bakar

Ketan bakar kerap disajikan bersama sate maranggi. Camilan ini berbahan dasar yang cukup sederhana, yakni beras ketan. Olahannya dipadukan dengan parutan kelapa. Campuran ketan dan parutan kelapa yang telah diolah, akan dibentuk dalam sebuah cetakan, dan dibakar sekitar lima menit. Sajian ini makin nikmat jika disandingkan dengan sambal.

“Mencicipi menu ini biasanya kurang lengkap kalau tidak dikawankan dengan sambal oncom,” tutur Asep.

Sambal Oncom

Kelezatan kuliner berbahan dasar oncom sudah tidak diragukan lagi kepopulerannya, apalagi jika diolah menjadi sambal. Tekstur oncom memang seperti tempe, tapi berbeda karena pangan ini berasal dari kacang tanah yang dihaluskan dan diberi ragi. Seperti pembuatan sambal pada umumnya, sambal oncom diolah dengan bumbu-bumbu dasar seperti bawang merah, bawang putih, dan cabai. Sambal ini juga dimasak dengan daun kemangi.

Cireng

Cireng atau aci digoreng, merupakan camilan yang dibuat dengan cara menggoreng campuran adonan yang berbahan utama tepung kanji atau tapioka. Bahan makanan ini antara lain terdiri dari tepung kanji, tepung terigu, air, merica bubuk, garam, bawang putih, daun bawang, dan minyak goreng. Komposisi tepung akan membuat makanan ringan ini terasa kenyal ketika dimakan.

Seiring dengan perkembangan zaman, cireng telah berinovasi dengan variasi rasa yang beragam. Ada yang berisi daging ayam, sapi, sosis, dan lain sebagainya. Tetapi, yang paling terpenting adalah, kuliner ini wajib disajikan dengan sambal khas.

Bandrek

Musim dingin seperti saat ini menag cocok jika ditemani dengan minuman hangat. Di Sunda, salah satu minuman khas yang bisa membuat badan menjadi hangat adalah bandrek. Minuman ini terbuat dari berbagai bahan, seperti gula merah, sirih, kayu manis, serai, cengkeh dan lain sebagainya, yang telah digeprek. Umumnya disajikan hangat, dan sangat pas diminum saat malam hari atau musim hujan.**

 

 

loading...