Satpol PP Ketapang Razia Permainan Layangan

TERTIBKAN : Satpol PP Ketapang menyita layangan di seputaran Kota Ketapang. Layangan menggunakan tali gelasan membahayakan pengguna jalan.

KETAPANG – Permainan layang-layang di Ketapang tak pernah sepi. Sejak diliburkannya sekolah akibat pandemi Covid-19, ditambah lagi jika cuaca sedang cerah, ratusan layang-layang bertebaran di langit Kota Ketapang, khususnya di sore hari. Tak hanya anak-anak, pemain layangan ini juga orang dewasa. Selama ini permainan layang-layang memang dapat menghibur dan mengisi waktu yang kosong. Namun, ada bahaya mengintai di balik permainan tersebut. Tak sedikit nyawa melayang akibat permainan layang-layang. Aktivitas masyarakat pun terganggu hanya karena permainan tersebut.

Salah satu warga Ketapang, Kadar (38), mengaku was-was di tengah ramainya permainan layangan, khususnya layangan yang menggunakan tali nilon gelasan. Nilon gelasan sangat berbahaya bagi pengendara sepeda motor.

“Sudah banyak kejadian pemotor yang terkena tali gelasan. Bahkan ada yang sampai meninggal dunia,” katanya, kemarin (16/6).

Di Ketapang, lanjutnya, memang masih belum ada orang yang meninggal dunia akibat tersangkut tali gelasan. Akan tetapi, sudah banyak pengendara motor yang mengalami luka di bagian leher dan wajah akibat tali gelasan.

“Yang berbahaya itu bagi pengguna motor. Saat tali gelasan menjuntai ke jalan dan mengenai pengendara motor, itu yang membuat luka, bahkan bisa mati,” ujarnya.

Oleh karena itu, dia meminta agar masyarakat tidak bermain layang-layang di tengah keramaian, terlebih lagi menggunakan tali gelasan.

“Permainan layang-layang memang sudah mendarahdaging pada masyarakat kita. Namun, dampak yang ditimbulkan juga harus dihindari, apalagi sampai menelan korban jiwa. Silakan bermain layangan, tapi jangan merugikan, apalagi mencederai orang lain,” harapnya.

Kadar juga meminta agar pihak terkait bisa menertibkan pemain layangan yang dapat mengganggu dan membahayakan.

“Satpol PP punya kewenangan untuk menertibkan jika sudah mengganggu dan membahayakan. Jadi, tolong ditertibkan pemain layangan, khususnya yang ada di Kota Ketapang,” tambahnya.

Kasat Pol PP Ketapang, Muslimin, mengatakan sampai saat ini pihaknya masih melakukan penertiban permainan layang-layang di Kota Ketapang. Selain menertibkan layangan yang menggunakan tali gelasan, pihaknya juga menertibkan layang-layang yang menggukan tali kawat.

“Sampai saat ini kami masih terus menertibkan pemain layang-layang. Layang-layang pakai tali kawat dan tali gelasan sama-sama membahayakan,” tegasnya, kemarin (16/6).

Dia menjelaskan, layang-layang yang menggunakan tali kawat dapat mengganggu kelistrikan di Ketapang. Layangan yang menggunakan tali kawat jika menyentuk jaringan listrik, maka akan membuat jaringan terganggu, bahkan padam total.

“Layangan tali kawat ini yang sangat ditakutkan oleh PLN. Ini yang sering membuat listrik padam. Karena jika listrik padam, maka akan sangat mengganggu aktivitas masyarakat,” jelasnya.

Sementara layangan yang menggunakan tali gelasan, dapat membahayakan pengguna jalan. Sudah ada beberapa kasus pengendara sepeda motor yang tersangkut tali gelasan dan mengalami luka di leher dan wajah.

“Kalau tali gelasan ini dapat membahayakan jiwa. Bisa luka, bahkan sampai meninggal dunia. Jadi, yang menggunakan tali gelasan maupun tali kawat, sama-sama merugikan dan membahayakan,” tugasnya.

Muslimin juga menegaskan, pemain layang-layang ini tidak hanya anak-anak, melainkan juga orang dewasa. Oleh karena itu, dia meminta kesadaran kepada masyarakat, agar tidak bermain layang-layang yang membahayakan.

“Kita imbau kepada orangtua agar melarang anak-anaknya bermain layangan dengan tali kawat dan gelasan. Bagi yang sudah dewasa, jangan ikut-ikutan, apalagi mengajari,” ajaknya.

Pihaknya akan melakukan patroli dan razia terhadap pemain layang-layang. Pemain yang terjaring razia layang-layangnya akan disita dan diberikan pemahaman.

“Sejauh ini memang tidak ada tindakan tipiring kepada pemain layangan. Tapi kami mohon kesadarannya untuk tidak bermain layangan yang membahayakan dan merugikan orang banyak,” pungkas Muslimin. (afi)

 

error: Content is protected !!