Satu BPR di Kalbar Belum Penuhi Modal Minimum

PONTIANAK – Satu BPR di Kalimantan Barat masih belum memenuhi kewajibannya menyediakan modal inti minimum sebesar Rp3 miliar. Berdasarkan Peraturan OJK Nomor 5/POJK.03/2015 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum, BPR diberi tenggat hingga akhir tahun ini guna memenuhi persyaratan dalam POJK tersebut.

Sebelumnya, di tahun ini terdapat tiga BPR yang masih memenuhi modal minum itu. Tetapi dalam perjalanannya,  hingga akhir tahun ini, dua di antaranya mampu memenuhi. Satu BPR, hanya belum melengkapi administrasi.

“Satu BPR itu, masalahnya adalah diadministrasi karena pemegang sahamnya orang sibuk sehingga tidak terurusi. Kalau secara pendapatan keuangan kita bisa memasukkannya, dan modal juga tidak bermasalah,” jelas dia.

Mengingat tenggat waktu dua pekan lagi, ia berharap BPR tersebut dapat segera melengkapi administrasi yang dibutuhkan. Bila tidak mungkin untuk memenuhi persyaratan sampai akhir tahun ini, maka kata dia, perlu dibuat semacam komitmen.

“Nanti kita akan sesuaikan, kita akan minta nanti komitmennya untuk melengkapi administrasi itu. Kalau misalnya notaris bisa memberikan semacam surat keterangan, mungkin sudah cukup,” jelas dia.

Dalam Peraturan OJK Nomor 5/POJK.03/2015 itu tertulis bahwa, pada tahun 2019, BPR harus memenuhi modal inti minimum sebesar Rp3 miliar. Sedangkan pada tahun 2024, modal inti minimum sebesar Rp6 miliar. Adanya aturan ini, menurut Riezky adalah untuk memberikan penguatan modal kepada BPR. Terlebih nilai uang semakin ke sini semakin kecil.

Berdasarkan POJK itu pula, ada sejumlah sanksi yang akan dikenakan kepada BPR apabila belum mampu menyiapkan modal inti minimum. Beberapa di antaranya yakni, tidak diperbolehkannya BPR melakukan distribusi laba, membuka jaringan kantor, larangan kegiatan penukaran valuta asing, tidak diperkenankan menyalurkan dana atau kredit pada kabupaten lainnya, serta sanksi-sanksi lainnya.

Apabila nanti sampai tahun 2024 ada BPR yang belum sampai Rp6 miliar, maka langkah yang perlu dilakukan adalah melakukan merger, akuisisi, atau mencari investor baru untuk memenuhi modal inti. (sti)

error: Content is protected !!