Satu Jam Midji Bertemu Jokowi

TEMUI JOKOWI: Gubernur Kalbar Sutarmidji foto bersama Presiden Jokowi usai pertemuan di Istana Negara Jakarta, Rabu (22/1). FOTO ISTIMEWA

Sampaikan Progres Janji Kampanye di Kalbar

JAKARTA – Gubernur Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara Jakarta, Rabu (22/1). Dalam kesempatan itu, Midji sapaan akrabnya, berbincang hampir satu jam bersama presiden yang juga didampingi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno.

“Alhamdulillah, hari ini saya diterima Presiden Joko Widodo. Perbincangan hampir satu jam. Saya melapor tentang janji kampanye beliau (di Kalbar) yang sudah dan sedang disiapkan untuk dilaksanakan,” ungkap Midji kepada Pontianak Post, Rabu (22/1) sore.

Adapun proyek-proyek yang menjadi janji kampanye Presiden Jokowi saat Pilpres 2019 lalu di antaranya pembangunan Jembatan Sungai Sambas Besar dengan anggaran Rp850 miliar. Lalu Jembatan Kapuas III sebesar Rp1,36 triliun dan Jembatan Kapuas I gandeng sebesar Rp600-an miliar.

“Lalu ada juga pembangunan Jembatan Ceremai di Sambas dan jembatan untuk persiapan pembukaan border Sungai Kelik atau Jasa di Sintang. Saya ucapkan terima kasih karena janji beliau sudah direalisasikan,” katanya.

Orang nomor satu di Kalbar itu mengatakan, presiden sudah memberi lampu hijau dan siap mengucurkan anggaran untuk pembangunan proyek-proyek tersebut. “Selain itu saya juga melapor tentang penataan rumah sakit (RSUD) Sudarso,” ucapnya.

Untuk RSUD Sudarso lebih lanjut dikatakan Midji, Pemprov sudah mengucurkan dana pembangunan gedung sebesar Rp200 miliar. Selain itu pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga sudah menganggarkan sebesar Rp80 miliar untuk bantuan alat kesehatan (alkes). “Dan saya minta tambahan Rp100 miliar, insyallah bisa,” terangnya.

Selain itu ia juga sempat menyampaikan ke presiden bahwa Pemprov akan membangun pusat sertifikasi keahlian tenaga kerja. Yang mana nantinya akan menjadi tempat bagi para tenaga kerja di Kalbar menempa kemahirannya di bidang masing-masing. “Nanti kami (untuk pembangunan) bekerjasama atau patungan dengan perusahaan perkebunan dan pertambangan,” tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut banyak hal lain yang juga disampaikan Midji ke presiden. Seperti pengelolaan kawasan perbatasan di PLBN Aruk, Badau dan Entikong. Serta progres pembangunan pelabuhan internasional Kijing di Kabupaten Mempawah.

“Beliau juga menanyakan pelabuhan Kijing, saya sampaikan berjalan lancar dan kami berharap bisa segera beroperasi, karena sangat strategis bagi Kalbar. Selama ini CPO ekspornya tidak lewat Kalbar karena tidak punya pelabuhan ekspor. Saya juga sampaikan penting membangun jalan tol Pontianak-Singkawang,” pungkasnya. (bar)