Saudi Izinkan Haji Bagi 10 Ribu Jamaah

HAJI: Pelaksanaan ibadah Haji di Arab Saudi tahun lalu. Tahun ini, pelaksanaan ibadah haji hanya diperbolehkan bagi masyarakat yang tinggal di Arab Saudi | PPIH ARAB SAUDI/JAWA POS

Hanya untuk Masyarakat yang Tinggal di Arab Saudi

JAKARTA – Pemerintah Arab Saudi memperbolehkan aktivitas ibadah Haji 2020. Akan tetapi, dilaksanakan secara terbatas dengan hanya memperbolehkan masyarakat yang berdomisili di Arab Saudi saja.

Dubes Arab Saudi untuk Indonesia, Essam bin Abed Al-Thaqafi mengatakan bahwa kuota jamaah Haji 1441 H/2020 M dibatasi hanya berkisar sepuluh ribu. Sebagian besar dari kuota tersebut diperuntukkan bagi warga asing atau ekspatriat yang berdomisili di Arab Saudi.

“Dari sepuluh ribu kuota haji tahun ini, sepertiganya untuk warga negara Saudi, sisanya untuk ekspatriat,” jelasnya melalui keterangan resmi, Sabtu (27/6).

Setiap tahun, tidak kurang dua setengah juta umat Islam menjalankan ibadah haji. Namun, untuk tahun ini, kuota jamaah dibatasi hanya berkisar sepuluh ribu. Itu juga hanya untuk warga Saudi dan ekspatriat yang ada di Saudi. Pembatasan tersebut, kata Essam, disebabkan alasan keselamatan di tengah pandemi Covid-19.

“Pembatasan hanya sepuluh ribu untuk menjaga keselamatan jamaah di tengah pandemi Covid-19. Sehingga, bisa dikendalikan jika ada kejadian yang tidak diinginkan,” ujar Essam.

Essam pun mengimbau kepada para jamaah haji dapat mematuhi protokol kesehatan dengan baik. “Bagi jemaah yang diizinkan berhaji, harus tunduk pada protokol kesehatan yang sangat ketat. Akan dilakukan tindakan preventif juga untuk mencegah Covid-19,” sambungnya.

Essam menambahkan, pandemi Covid-19 terjadi di hampir seluruh negara di dunia. Karenanya, Arab Saudi mengambil keputusan untuk meniadakan keberangkatan jamaah dari seluruh negara.

“Jamaah haji tahun ini hanya dibatasi untuk Warga Negara Saudi dan Warga Negara Asing atau ekspatriat yang saat ini sudah berada atau berdomisili di Arab Saudi,” tutupnya. (jpc)

loading...