Sayangkan Kebijakan Kenaikan Iuran BPJS

PENANDATANGANAN: Penandatanganan perjanjian kerja sama tentang penyelenggaraan jaminan kesehatan nasional bagi penduduk Kabupaten Kayong Utara di Ruang Rapat Kantor Bupati, Senin (7/9).  HUMASKAB FOR PONTIANAK POST

SUKADANA – Bupati Kayong Utara Citra Duani menyayangkan kebijakan Pemerintah Pusat yang kembali menaikkan iuran BPJS. Hal tersebut diungkapkan Bupati pada rapat forum kemitraan dengan BPJS Kesehatan tingkat Kabupaten Kayong Utara di Ruang Rapat Kantor Bupati, Senin (7/9),

Padahal menurut Citra, di masa pandemi Covid-19 ini Pemerintah Pusat dapat meringankan beban masyarakat, di antaranya menurunkan biaya BPJS, bukan sebaliknya. “Saat kondisi ekonomi  kita sedang sulit kenapa Pemerintah Pusat menaikan BPJS, yang seharusnya BPJS ini menjadi sentuhan kepada masyarakat kecil, dan khususnya Kayong Utara ini mengratiskan pendidikan dan kesehatan menjadi skala prioritas. Ini tidak akan tercapai kalau pemerintah daerahnya tidak konsen,” tambah Citra.

Bupati menambahkan,  sesuai Surat Deputi Direksi Bidang Perluasan Kepesertaan BPJS Kesehatan Nomor 10095/VII.1/0920 tentang Dukungan UHC Kabupaten Kayong Utara, tanggal 1 September 2020 dan berdasarkan persetujuan dari Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan atas telah Kedeputian Bidang Perluasan Kepesertaan tentang permohonan pengaktifan peserta UHC Pemerintah Kabupaten Kayong Utara yang telah disetujui pada tanggal 1 September 2020. Untuk itu, sambung Bupati, pendaftaran kepesertaan bagi penduduk yang didaftarkan oleh Pemerintah Kabupaten Kayong Utara dapat langsung aktif tanpa mengikuti mekanisme cut off 14 hari.

“Capaian UHC ini merupakan kali ke dua setelah yang pertama pada Bulan Maret 2019 yang lalu, dan cakupan jumlah peserta ini sempat menurun sejak September 2019, sehingga per-Januari 2020, Kabupaten Kayong Utara tidak lagi mencapai UHC. Untuk itu, atas pencapaian UHC di tahun ini, agar dapat dipertahankan secara berkelanjutan di tahun-tahun mendatang,” harapnya.

Sementara, Bupati menambahkan, perkembangan pencapaian kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Kabupaten Kayong Utara sampai Bulan Agustus 2020 sebanyak 121.493 jiwa atau 95,44 persen  dari 127.301 jiwa penduduk Kayong Utara semester II Tahun 2019.

Citra mengatakan,  capaian tersebut tertinggi se-Provinsi Kalimantan Barat dan di atas capaian rata-rata nasional yang baru mencapai 83,14 persen. Selanjutnya Bupati merincikan besaran jumlah peserta JKN di Kabupaten Kayong Utara, untuk  segmen penerima bantuan iuran APBN berjumlah 46.862 jiwa, segmen penerima bantuan iuran APBD berjumlah 44.131 jiwa, serta segmen pekerja penerima upah pemerintah dan swasta berjumlah 24.920 jiwa. “Adapun masyarakat yang mendaftar dengan membayar iuran JKN secara mandiri berjumlah 5.175 jiwa,” tambahnya.  (dan)

error: Content is protected !!