Manchester City 2 v 0 Paris Saint-Germain
Sejarah, Pertama Kali City ke final Liga Champions

Bintang Lapangan : Penyerang sayap Manchester City Riyad Mahrez (kanan) menjadi bintang lapangan bagi timnya usai mencetak gol keduanya ke gawang Paris Saint-Germain dalam leg kedua semifinal Liga Champions di Stadion Etihad, Manchester, Inggris, Rabu dini hari (5/5). (ANTARA/REUTERS/Phil Noble)

MANCHESTER,- Sejarah akhirnya tercipta bagi Manchester City sejak klub itu berdiri akhirnya mampu mencapai partai final Liga Champions untuk pertama kalinya.Langkah besar ini dicapai setelah mengalahkan Paris Saint-Germain, yang kembali harus menuntaskan laga dengan 10 pemain, dengan skor 2-0 dalam leg kedua semifinal di Stadion Etihad, Manchester, Inggris, Rabu diri hari (5/5).

Riyad Mahrez yang mencetak satu gol di leg pertama, kembali menunjukkan ketajamannya dengan memborong dua gol kemenangan City di leg kedua ini. Hasil itu membuat CIty melangkah ke final Liga Champions dengan kemenangan agregat 4-1 atas PSG, demikian catatan laman resmi UEFA.

Langkah ini juga menandai kali pertama Pep Guardiola mampu mengantarkan City ke final Liga Champions sejak bergabung pada 2016, sekaligus final Eropa pertama The Citizens setelah memenangi Piala Winners 1969/70. Sebelumnya, prestasi terbaik mereka di Liga champions adalah semifinal di musim 2015/2016 bersama Manuel Pellegrini.

Sedangkan bagi Pep Guardiola, ini jadi final Liga Champions ketiga di sepanjang kariernya sebagai pelatih. Sebelum mengantar Manchester City ke final Liga Champions musim ini, Guardiola menjuarai kompetisi ini bersama Barcelona pada 2008/2009 dan 2010/2011.

Pep Guardiola pun melemparkan pujian untuk para pemain Man City.

“Kami mengalahkan tim yang menyingkirkan Barcelona dan Bayern Munich.Kami sempat kesulitan di awal, tapi jauh lebih baik di babak kedua. Ini luar biasa, kemenangan besar buat kami,” ujar Guardiola dalam konferensi pers usai pertandingan, seperti dilansir Sky Sports.

“Apa yang sudah dilakukan para pemain musim ini luar biasa, di tahun terberat untuk semua orang. Sudah dekat dengan gelar juara Premier League dan ada di final Liga Champions itu sangat bagus,” kata Guardiola.

Mauricio Pochettino tidak mau mencari-cari alasan seusai Paris Saint-Germain (PSG) disingkirkan oleh Manchester City dari Liga Champions.”Itu tidak bisa menjadi alasan. Kami sebuah tim. Tentu disayangkan ia tidak bisa membantu tim, tapi itu jelas bukan alasan,” kata Pochettino selepas laga dilansir laman resmi UEFA.”Kami tidak bisa menggunakan itu sebagai alasan, karena nyatanya performa tim juga bagus,” ujarnya menambahkan.

PSG memang relatif mendominasi penguasaan bola dengan memiliki lebih dari 55 persen sepanjang laga.Namun, dominasi itu seperti pisau tumpul sebab dari 14 percobaan tembakan tak satu pun mengarah tepat sasaran, kecuali sundulan Marquinhos yang membentur mistar gawang.

Dominasi PSG kerap membuat mereka bermain terlalu menekan ke depan dan dua kali situasi itu berujung serangan balik City yang mampu diakhiri dengan klinis oleh Riyad Mahrez menjadi dua gol kemenangan di Etihad.

“Terkadang dalam sepak bola Anda membutuhkan secercah keberuntungan di momen tertentu pertandingan. Pada akhirnya, mereka tampil klinis. Mereka mencetak gol dari situasi-situasi di mana kami terlalu menekan tinggi dan kecolongan bola panjang,” katanya melengkapi.

Di sisi lain, Pochettino sedikit menyoroti fakta bahwa dalam dua leg semifinal timnya harus menerima selalu menerima kartu merah, yang jelas menjadi keuntungan besar bagi City.
Di leg pertama, PSG harus kehilangan Idrissa Gueye ketika City sudah unggul 2-1 dan di Etihad hal serupa terjadi kepada Angel Di Maria yang di kartu merah saat tuan rumah sudah unggul 2-0.

“Dalam 180 menit, untuk 40 atau 45 menit kami harus tampil dengan 10 pemain. Itu jelas keuntungan besar. Itulah sepak bola, tapi kami terus berusaha dan selalu punya peluang. Hanya saja, malam ini ataupun malam sepekan lalu di Paris memang bukan malamnya kami,” tutup Pochettino.(ant)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!