Seluruh Tanah akan Terinventarisir

LAUNCHING: Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memberikan arahan saat me-launching Tim Kota Pontianak Lengkap Tedaftar tahun 2020 – 2021 di Aula Sultan Syarif Abdurrahman, Jumat (18/9) lalu. PAGE FACEBOOK DISKOMINFO PONTIANAK

Wako Launching Kota Pontianak Lengkap Terdaftar

Kelak, seluruh bidang-bidang tanah yang ada di Kota Pontianak akan terpetakan, baik yang sudah bersertifikat maupun yang belum. Selain itu juga, informasi-informasi setiap bidang tanah akan tersedia. Untuk memudahkan semua ini, Wali Kota (Wako) Pontianak pun me-launching Tim Kota Pontianak Lengkap Tedaftar tahun 2020 – 2021.

MIRZA A. MUIN, Pontianak

Launching tim ini dilangsungkan pada Jumat (18/9) lalu di Aula Sultan Syarif Abdurrahman Kantor Wali Kota Pontianak. Dalam penjelasan (Wako) Edi Rusdi Kamtono saat meluncurkan tim tersebut, tugas tim ini adalah untuk menginventarisir dan memetakan bidang tanah yang ada di wilayah Kota Pontianak.

“Pembentukan KPLT ini merujuk pada SK Wali Kota Nomor 792 Tahun 2020. Isinya untuk inventarisir dan memetakan bidang tanah yang ada di Kota Pontianak. Artinya, setiap bidang tanah itu jelas milik siapa, ukurannya berapa, bersertifikat atau tidak, ada bangunannya atau tidak, dan seterusnya,” jelas Wako.

Edi berharap terbentuknya tim ini bisa membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dalam optimalisasi pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Di samping itu, harapan dia, dengan telah terinventarisir seperti ini, akan mempermudah pengadaan tanah, percepatan pemetaan, dan pensertifikatan tanah aset pemerintah.

“Pembaharuan Surat Penguasaan Tanah (SPT) dan Surat Keterangan Tanah (SKT) menjadi lebih cepat dan akurat, serta mempertegas batas kelurahan,” ungkapnya.

Meskipun luas wilayah Kota Pontianak tidak luas, namun diakui Wako, bukan berarti tidak ada permasalahan terkait status tanah. Dia memisalkan pada tanah yang bersengketa status kepemilikannya, masih belum jelasnya batas tanah antara satu dengan lainnya, dan sebagainya. Persoalan-persolan tersebut kerap mereka temui ketika Pemkot melakukan perluasan fasilitas umum.

Dalam rakor pembentukan, tim ini yang di antaranya terdiri dari Pemkot Pontianak, Kantor Pertanahan, serta seluruh camat dan lurah ini, dalam rangka menyamakan persepsi, agar terdapat keseragaman dan kesinambungan dalam menjalankan tugasnya. “Sehingga yang tergabung dalam tim ini mengerti dan memahami tugas dan fungsinya,” tutupnya. (*)

error: Content is protected !!