Sempat Khawatir Pandemi, Ternyata Peminat Tetap Tinggi

BUNGA HIAS : Seorang konsumen sedang memilih bunga hias plastik. MARSITA RIANDINI/PONTIANAK POST

Usaha bunga plastik hias mulai digeluti Julia Maharani sejak setahun terakhir. Meski tak sesulit perawatan bunga asli, namun banyak kendala yang harus dilewati. Bermula hanya puluhan pot bunga, kini ratusan pot dengan aneka jenis bunga ia pasarkan.

MARSITA RIANDINI, Pontianak.

Hiasan rumah yang terbilang minim perawatan menjadi salah satu alasan kenapa bunga plastik digemari. Berbagai jenis bunga dengan aneka warna pilihan menjadi daya tarik, terutama bagi kaum hawa untuk mempercantik rumah, hingga ruang kerjanya. Julia tak menyangka, usaha yang awalnya ia rintis untuk mengisi waktu luang, kini menjadi usaha yang cukup menjanjikan.

Awalnya Julia hanya menjual aneka bonsai plastik. Saat itu, tren bonsai plastik di Pontianak masih belum popular. Dari hari ke hari, pesanan kian meningkat. Julia pun juga menggali informasi terkait tren bunga yang lagi diminati. “Terus berinovasi, melihat kebutuhan pasar. Apa yang diminati masyarakat itu yang kita jual,” jelasnya.

Bagi ibu tiga anak ini, mengembangkan usaha jauh lebih sulit dari memulainya. Otak terus bekerja agar usaha yang digeluti terus bertahan dan meningkat. Beberapa jenis tanaman plastik seperti puring, ia produksi sendiri di rumahnya. “Kami juga menjual tanaman puring berbagai ukuran. Bisa pesan sesuai permintaan,” ungkapnya.

Ia sempat khawatir saat pandemi permintaan menurun. Tapi ternyata prediksinya keliru. Jelang lebaran Idul Fitri 1441 H, pesanan banyak. Kini, ada ratusan jenis tanaman plastik yang ia jual. Mulai dari bunga matahari, tulip, anggrek, hingga mawar. Bunga-bunga ini dijual dengan berbagai ukuran. Dari yang mini, hingga yang besar. Harganya pun bervariasi. Dari belasan ribu hingga ratusan ribu.

Dalam usaha ini, berbagai tantangan dihadapi. Mulai dari melayani pertanyaan-pertanyaan konsumen, hingga menata tanaman ini. “Tantangannya ketika banyak pertanyaan masuk lewat media sosial. Mulai dari ukuran, harga, dan detail lainnya. Apalagi kan karakter konsumen ini beragam,” terangnya.

Menata bunga ini juga mesti menggunakan sentuhan artistik. Tidak hanya asal tusuk dalam pot, tetapi juga membuat bunga-bunga ini tampak indah dan memesona. ” Ada bunga yang siap jual, ada juga yang memang harus dirangkai. Harus ditambah pernak-pernik lain agar menarik,” ucapnya. Tantangan lainnya, dalam mengemas produk untuk dikirim ke konsumen. Terutama konsumen yang lokasinya jauh, yang membutuhkan jasa pengiriman. Ukuran bunga dan media pembungkus yang digunakan harus sesuai. “Walaupun ringan, tetapi kadang ukurannya tinggi. Dan ada juga yang jenis bunganya mekar. Banyak tangkainya. Jadi kami mesti siasati jangan sampai bunga ini rusak saat proses pengiriman. Ini cukup sulit juga,” jelasnya.

Selain bunga, dia juga menjual rak bunga. Mulai dari berbahan kayu, hingga berbahan besi. Berbagai bentuk pula yang disediakan. “Kalau rak ini tantangannya itu di pengiriman. Selain berat, juga tidak semua jasa pengiriman mau menerima,” paparnya. (*)

loading...