Semua Bidang Tanah di Kalbar Selesai Terpetakan 2024

atr bpn
Pelepasan balon menjadi pembuka pekan olahraga Hantaru ke-59 oleh Kepala Kantor Wilayah BPN Kalbar Ery Suwondo.

Peringatan Hantaru 2019 Kanwil BPN Kalbar

PERINGATAN puncak acara Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional 2019 (HANTARU) di Kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Kalimantan Barat, dilakukan Selasa (24/9). Pada peringatan tersebut juga diluncurkan penerbitan sertifikat hak tanggungan elektronik yang dilakukan Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji.

Kepala Kantor Wilayah BPN Kalbar Ery Suwondo mengatakan, peringatan HANTARU tahun ini sekaligus peluncuran penerbitan sertifikat hak tanggungan elektronik Kantor Pertahanan Kota Pontianak bersinergi dengan PPAT dan perbankan serta pelayanan BPHTB terintegrasi secara host to host antara Kantor Pertanahan Kubu Raya dan BPPRD Kubu Raya. “Apa yang dilakukan ini merupakan upaya memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat,” katanya.

Program Strategis Nasional Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak ditetapkan pada tahun 2016 berhasil dilaksanakan dengan baik. Target yang diberikan Presiden selalu dapat terlampaui. Selain itu, program unggulan lain seperti reforma agraria, percepatan tata ruang, pengadaan tanah, pengendalian ruang dan penanganan sengketa pertanahan juga menunjukkan kemajuan yang tidak dapat dipandang sebelah mata.

Dia memaparkan, luas wilayah Kalbar 14.531.684 Ha, terdiri dari luas kawasan hutan 8.198.656 Ha dan non kawasan hutan 6.333.028 Ha. Perkiraan jumlah bidang tanah di Kalimantan Barat 3.363.723 bidang, saat ini sudah bersertifikat sejumlah 1.703.823 bidang (50,65%). Sedangkan tanah belum terdaftar (belum bersertifikat) sebanyak 1.695.900 bidang (49,35%).

Pada 2019 ini jumlah bidang tanah yang harus dipetakan adalah 241.000 bidang tanah, terdiri dari Program Pendaftaran Sistematik Lengkap (PTSL) sebanyak 130.000 bidang tanah dan Program Redistribusi Tanah sebanyak 111.000 bidang tanah.

Rencana tahun 2020 akan dilakukan sertifikasi tanah di wilayah Kalimantan Barat sebanyak 450.000 bidang tanah, terdiri dari 350.000 bidang tanah program PTSL dan 100.000 bidang tanah program Redistribusi Tanah. “Diharapkan tahun 2024 semua bidang tanah yang ada di Kalimantan Barat selesai terpetakan sehingga setiap tahun bidang tanah yang harus terpetakan adalah 311.475 bidang tanah,” katanya.

Sementara itu dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat secara cepat dan transparan, Kementerian ATR/BPN saat ini telah menggagas program transformasi digital. Dimana layanan pertanahan dapat diakses oleh masyarakat secara elektronik dari mana saja dan kapan saja sehingga menjadi efektif, efisien dan transparan.

Saat ini empat layanan elektronik meliputi: hak tanggungan, layanan informasi, zona nilai tanah, surat keterangan pendaftaran tanah dan informasi bidang tanah sudah mulai bisa diakses.

Kementerian ATR/BPN terus mendorong pemerintah daerah untuk segera menyelesaikan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) guna memberikan kepastian hukum bagi masyarakat dan para investor dalam berusaha, dan terus mengembangkan layanan on line bidang tata ruang dengan nama GISTARU(Geographic Information System Tata Ruang). HANTARU tahun ini tambah dia juga diisi dengan pekan olahraga yang diikuti oleh jajaran pegawai Kementerian ATR/BPN Kalbar. (iza)

loading...