Semua Penumpang di Pelabuhan Teluk Batang Non Reaktif

UJI CEPAT: Sejumlah petugas di Pelabuhan Teluk Batang, saat melakukan uji cepat atau rapid test secara acak kepada penumpang yang tiba di Pelabuhan Teluk Batang dari luar kabupaten ini, kemarin. GUGUS TUGAS COVID 19 FOR PONTIANAK POST.

TELUK BATANG – Pelaksanatugas (Plt)  Camat Teluk Batang Hambali mengungkapkan,  selama diaktifkan kembali Posko Covid-19 di Pelabuhan Teluk Batang, sebanyak 200 penumpang dinyatakan nonreaktif saat dilakukan uji cepat.

“Dari hasil rapid test tersebut tidak ada ditemuan reaktif. Jadi semua non reaktif, kalau digabung dengan kegiatan 14 hari kemarin,  kurang lebih hampir 200 rapid test,  hasilnya semua nonreaktif,” jelasnya kepada Pontianak Post,  Jumat (18/9).

Selanjutnya,  Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kecamatan Teluk Batang tersebut memastikan  hingga saat ini penjagaan di pelabuhan masih terus berlanjut.  Bahkan, untuk uji cepat,  kata dia tetap dilakukan secara acak setiap harinya.

“Untuk di Pelabuhan Kecamatan Teluk Batang,  masih kita lanjut penjagaan untuk melakukan rapid test,  pengecekan suhu,  cek data.  Untuk rapid test dilakukan secara acak.  Untuk periode kedua sebayak 10 orang yang di-rapid, dan sudah berlanjut selama 10 hari,  kurang lebih 4 hari lagi,” jelas Hambali.

Hambali memastikan,  bagi semua penumpang yang telah dilakukan rapid test tidak ada yang keberatan.  Karena,  sebelum dilakukan pihaknya terlebih dahulu menyampaikan penjelasan.  Sebab hal tersebut dilakukan mereka demi kesehatan bersama.

“Untuk penumpang yang kita rapid test,  semua tidak ada yang menolak,  kita ambil suhunya dan kita rapid test,  kita sampaikan penjelasan semua siap untuk ikut. Bahkan penumpang dari Ketapang ada yang beberapa penumpang minta dirapid test.  Namun kita ini kan diinstruksikan Dinas Kesehatan tidak ada rapid test untuk yang warga dari Ketapang,” lanjut dia.

Ia menambahkan,  dalam menjalankan tugas di Posko Covid 19 pihaknya mengutamakan menyampaikan penjelasan kepada penumpang yang baru saja tiba dari Pelabuhan Rasau Jaya,  Kabupaten Kubu Raya,  maupun Kota Pontianak dengan menggunakan angkutan air.

“Terus terang saja,  sebelum kita rapid test,  kita sampaikan imbauan.  Rapid ini dilakukan demi keselamatan pribadi dan keluarga di rumah. Makanya sekarang itu,  begitu kami panggil,  langsung ikut,  bahkan untuk travel ojek itu,  semua minta. Jadi semua kami ambil satu-satu, setiap hari satu orang,” tutupnya.  (dan)

error: Content is protected !!