Sengketa Pilkades Sengah Temila Berakhir Damai

DAMAI: Para Cakades yang bersengketa berfoto bersama usai pernyataan damai, Rabu (27/11) lalu. ISTIMEWA

NGABANG – Dua Cakades di Kecamatan Sengah Temila mengajukan gugatan atas hasil Pemilihan Kepala Desa pada tanggal 18 November 2019 lalu. Mediasi pun digelar untuk menyelesaikan sengketa tersebut pada Rabu (27/11) lalu.

Para Calon Kades Sidas Yang Mengajukan Sengketa yaitu calon kades Nomor Urut 2, Erik Burarak, calon kades No Urut 3 Richard Ade Agustinus Topan, Calon kades No Urut 5 Hieronimus. Sedangkan para Calon Kades Keranji Paidang Yang Mengajukan Sengketa yaitu calon kades No Urut 2 Kornelius Yoni, calon kades No Urut 3 Hendrianus Petrus. calon kades No Urut 4 Hardianus Wilson.

Pertemuan tentang adanya Keberatan calon kades yang disampaikan kepada tim di Kecamatan, Selasa (19/11) lalu, yaitu, para calon Kades Sidas yang mengajukan sengketa yakni, dugaan panitia tidak melakukan tahapan DPS menjadi DPT, dugaan ketidaknetralan aparatur desa dalam tahapan kampanye, dugaan DPT tidak sesuai dengan alamat dan namanya yang tercantum didalamnya, bantuan pemerintah diduga dipolitisir, bagi yang menerima diarahkan memilih Cakades tertentu.

Sedangkan Para Calon Kades Desa Keranji Paidang yang mengajukan sengketa berisikan, dugaan intimidasi terhadap masyarakat pada malam pemilihan melalui barang pemerintah (Sertifikat Tanah), dugaan ketidaknetralan anggota TPS dan anggota PPKD (Keikutsertaan pada saat kampanye). Dugaan tidak ada pemutakhiran Data Daftar Pemilih Tetap (DPT) seperti tidak diberikan kesempatan menggugat DPT, dugaan adanya pemilih dobel, orang yang tidak waras ikut mencoblos, pemilih pindah masih memilih dan tidak dibagikan undangan kepada keluarga yang bersangkutan dan pemilih dibawah umur.

Menurut Kapolsek Sengah Temila Ipda Hengki Gunawan, sebelumnya ada laporan dari desa-desa yang melaksanakan Pilkades. Ada calon Kades yang merasa tidak terima dengan hasil Pilkades. Untuk menyelesaikan masalah ini dilakukan pertemuan dari calon Kades dan panitia pemilihan kepala desa (PPKD), baik di tingkat desa, kecamatan dan kabupaten.

Read Previous

Aktivis Lingkungan Gelar Aksi, Minta Hentikan Proyek Kota Pusaka

Read Next

Kemerdekaan Belajar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *