Sensus Penduduk Online Hingga 31 Maret

SENSUS: Bupati Erlina membuka sosialisasi Sensus Penduduk 2020. ISTIMEWA

BPS Sosialisasi Sensus Penduduk 2020

MEMPAWAH – Mensukseskan pelaksanaan sensus penduduk 2020, Badan Pusat Statisik (BPS) Kabupaten Mempawah menggelar sosialisasi, Jumat (14/2) di Aula Kantor Bupati Mempawah. Sensus dilaksanakan dua tahap yakni secara online dan wawancara langsung di masyarakat.

Kepala BPS Kabupaten Mempawah, Leila Ayu Zanaria, SE mengungkapkan, sensus penduduk 2020 mengangkat tema ‘Menuju Satu Data Kependudukan Indonesia’. Sensus yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali itu telah memasuki periode ke-7.

“Data kependudukan ini dijamin keamanan dan kerahasiaannya sebagaimana amanat UU Nomor 16 tahun 1997 tentang statistik. Bersamaan dengan Indonesia, ada 54 negara yang juga melaksanakan sensus penduduk di tahun 2020,” terang Leila.

Leila menjelaskan, sensus penduduk ditujukan untuk data jumlah komposisi, distribusi dan karakteristik penduduk menuju satu data kependudukan baik secara de facto dan de jure. Sebab, selama ini baik BPS maupun Catatan Sipil (Capil) memiliki data tersendiri dengan konsep berbeda.

“Maka tahun 2020 ini kita akan menyajikan satu data kependudukan. Data ini sangat penting sebagai dasar perencanaan dan evaluasi pembangunan diberbagai bidang kehidupan mulai dari pendidikan, kesehatan, perumahan, tenaga dan kerja dan lainnya,” tuturnya.

Leila mengungkapkan, ada 3 metode sensus penduduk yakni  tradisional, kombinasi dan registrasi. Metode tradisional dilakukan dengan cara mengumpulkan seluruh informasi dari responden dengan melibatkan petugas pencacah.

“Sedangkan metode kombinasi sebagai bahan informasi diperoleh data registrasi kemudian data itu sebagai profil yang dimuktahirkan dan data itu refil pencacahan lengkap atau survey melengkapi data registrasi yang akan digunakan dan di muktahirkan,” paparnya.

“Kemudian, metode registrasi dilaksanakan tanpa pencacahan lapangan, data itu diperoleh dari integrasi, data registrasi dengan data survey. Pada metode full base, seluruh informasi diperoleh dari data registrasi,” sebutnya.

Dalam pelaksanaan sensus 2020 nanti, Leila mengatakan ada 2 tahapan yang akan dilaksanakannya. Yakni, sensus online yang akan dimulai sejak tanggal 15 Februari (hari ini) hingga tanggal 31 Maret 2020. Sensus akan dilaksanakan secara mandiri melalui portal sensus.bps.go.id.

“Sebelum melakukan sensus online, ada beberapa dokumen yang harus disiapkan yakni kartu keluarga (kk), NIK, KTP, buku nikah, surat cerai, akte kelahiran dan surat keterangan kematian,” ujarnya.

Langkahnya, imbuh Leila, masyarakat harus masuk ke laman sensus.bps.co.id, kemudian pilih bahasa, masukan NIK dan No KK. Isi kode dibawah Nomor KK dan lanjutkan dengan klik keberadaan. Buatlah sandi dan pilih pertanyaan keamanan dan buat pasword pengamanan data di sensus online.

“Setelah itu, masukan kata sandi lalu masuk, bacalah panduan awal lalu mulai mengisi. Ikuti petunjuk dan jawab seluruh pertanyaan dengan jujur dan benar. Setelah itu, status data setiap anggota keluarga sudah diupdate. Unduh bukti pengisian dan nyatakan selesai,” terangnya merincikan.

Tahapan kedua, lanjut Leila, pihaknya akan melaksanakan sensus wawancara yang akan dimulai sejak tanggal 1-31 Juli 2020. Dalam pelaksanaan wawancara ini, petugas akan didampingi Ketua RT untuk memastikan keberadaan dan data penduduk dilingkungannya masing-masing.

“Petugas sensus bersama Ketua RT akan datang kerumah-rumah untuk memastikan penduduk yang bertempat tinggal diwilayah itu. Artinya, kita melakukan verifikasi lapangan bersama Ketua RT. Tujuannya untuk memastikan keberadaan penduduk bersangkutan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Mempawah, Hj Erlina, SH, MH menyambut baik pelaksanaan sensus penduduk 2020. Dia mengungkapkan, pada sensus 2020 ini BPS akan menggunakan metode kombinasi dengan memanfaatkan data adminduk dari Dirjen Pencatatan Sipil.

“Inovasi ini digunakan untuk menghadapi tantangan dinamika kependudukan selama 10 tahun terakhir yang nantinya tidak ada lagi perbedaan data antara BPS dan Dukcapil Kabupaten Mempawah,” ucapnya.

Erlina menyebut, sensus penduduk 2020 sangat penting. Karena itu, peran aktif seluruh komponen aparatur pemerintahan diwilayah administrasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat sangat diperlukan untuk mensukseskan pelaksanaan sensus 2020 di Kabupaten Mempawah.

“Kunci suksesnya adalah koordinasi intensif dengan kementrian serta jajaran pemerintahan pusat hingga daerah. Baik sensus penduduk online maupun wawancara akan melibatkan Camat, Lurah, Kades hingga RT/RW setempat,” tukasnya.(wah)

loading...