Seorang Warga Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pohon Karet

Identifikasi : Pihak kepolisian dari Polsek Belitang Hilir dibantu Sat Reskrim dan Inafis Polres Sekadau saat melakukan identifikasi sekaligus olah TKP di lokasi ditemukannya jasad pria gantung diri. Foto Istimewa

Kapolres: Korban Tinggalkan Surat Soal Hutang

Belitang Hilir – Warga dusun Simpi Madya, Desa Sungai Ayak, Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau digegerkan dengan penemuan sesosok mayat yang ditemukan tewas dengan cara gantung diri di sebuah perkebunan karet. Penemuan mayat ini sendiri diketahui warga, pada Jumat (12/6) sekira pukul 11.00 WIB. Saat dikonfirmasi, Kapolres Sekadau, AKBP Marupa Sagala membenarkan adanya penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki tersebut. Kapolres menjelaskan, bahwa korban diketahui merupakan warga Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.

Korban sendiri, kata Kapolres, diketahui baru tinggal di Sekadau selama kurang lebih dua bulan yang beralamatkan di dusun Tanjung, desa Sungai Ayak Dua, kecamatan Belitang Hilir, kabupaten Sekadau.

“Untuk kronologis awal penemuan ini pertama diketahui oleh warga saat hendak mengecek lahan kebun karet. Di saat bersamaan, saksi bersama anaknya mencium bau busuk yang menyengat dari arah kebun,” papar Marupa.

“Merasa penasaran, mereka (saksi) kemudian melihat ke arah kebun dan terkejut melihat sesosok mayat dengan posisi tergantung di salah satu pohon karet,” timpalnya.

Selanjutnya bersama anaknya bergegas pergi untuk memberitahukan penemuan mayat tersebut kepada warga lain, dan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Belitang Hilir. Kemudian, petugas gabungan dari Polsek Belitang Hilir bersama piket fungsi Sat Reskrim Polres Sekadau dan Inafis mendatangi tempat kejadian untuk menurunkan jenazah korban sekaligus melakukan olah TKP.

Kapolres membeberkan barang bukti yang ditemukan di TKP antara lain, tali tambang, handuk, sandal, serta sebuah surat peringatan hutang jatuh tempo dari salah satu bank milik BUMN.

Adapun isi dalam surat yang ditinggalkan oleh korban berbunyi “kalau aku mati, hutangku lunas. Aku gantung diri karena tak mampu bayar hutang. Aku sayang anak dan istri, semua saudara dan kerabatku”.

“Setelah menurunkan jenazah korban untuk dilakukan identifikasi awal, serta mengamankan sejumlah barang bukti di TKP, Petugas kemudian mengambil identitas mayat tersebut melalui istri korban. Dan istri korban juga membenarkan bahwa mayat tersebut tak lain adalah suaminya,” terangnya.

Kapolres juga menjelaskan beberapa keterangan yang diambil oleh personel saat menjumpai istri korban. Dari pengakuan istri korban, terang Kapolres bahwa korban izin pergi dari rumah untuk memanen sayur, sejak Senin (8/6) di kebun yang berada di dusun Resak Balai, desa Merbang. Akan tetapi sampai hari ini tidak kunjung pulang ke rumahnya.

“Jadi pada saat ditemukan dalam posisi tergantung itu jasad korban sudah nyaris membusuk, kemungkinan korban meninggal sudah lebih dari dua hari. Sementara dari identifikasi awal yang dilakukan, tim tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik di tubuh korban,” terang Kapolres.

Lebih jauh, Kapolres mengatakan bahwa kasus penemuan mayat tersebut telah ditangani oleh Polsek Belitang Hilir. Sebelumnya petugas juga sempat menyarankan kepada keluarga untuk dilakukan autopsi guna penyelidikan lebih lanjut, namun pihak keluarga menolak.

“Sudah kita sarankan untuk dilakukan otopsi namun pihak keluarga menolak. Ini dibuktikan dengan surat pernyataan penolakan otopsi yang ditandatangani langsung oleh istri korban,” katanya. (sig)

loading...