Serapan Lulusan Teknik Sipil Polnep Tinggi

FOTO BERSAMA: Steven Cladio dan Ari Fachruzi calon wisudawan dengan IPK tertinggi foto bersama Slamet Tarno dan Indah Rosanti. IST

PONTIANAK – Serapan atau permintaan dunia kerja akan lulusan jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Pontianak tinggi. Setiap lulusan telah terserap dunia kerja, mayoritas sesuai bidang keahliannya, teknik sipil. Hanya sekitar 10 persen yang melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi atau bekerja di bidang lain.
Hal ini disampaikan oleh Indah Rosanti SST MT, Ketua Jurusan Teknik Sipil Polnep, usai acara yudisium di Mercure Pontianak. Rabu, 28 Agustus 2019. Acara tersebut dihadiri Drs Slamet Tarno MSi, Pembantu Direktur I Polnep.

Respon kualitas lulusan Teknik Sipil di tempat kerja pun positif. “Kami lakukan riset studi untuk lulusan kami di tempat kerja. Alhamdulillah, lulusan kami dapat respon positif dari pimpinannya di tempat kerja,” ujar Indah.

Ia bersyukur, setiap lulusan hanya perlu masa tunggu 0-3 bulan. “Jadi, di Februari, ketika perusahaan cari lulusan Teknik Sipil, kami sudah habis stok, perlu menunggu lulusan berikutnya,” katanya.

Kondisi ini mendorong perusahaan meminta Jurusan Teknik Sipil Polnep menerima lebih banyak mahasiswa. Permintaan tersebut disambut baik jurusan, tetapi mereka masih terbatas pada alat.

“Satu kelas seharusnya 24 mahasiswa, maksimal kami toleransi sampai 28 orang. Tingginya animo membuat kami harus menambah satu kelas, yang sebelumnya hanya tiga kelas. Jadi tahun ini, kami terima masing-masing empat kelas untuk D3 dan D4,” jelas Indah.

Tingginya serapan dunia kerja tidak lepas dari sertifikat kompetensi yang diterima lulusan Teknik Sipil, bersamaan dengan ijazah. Indah menegaskan, sebagai lembaga pendidikan vokasi, politeknik bersifat 60 persen praktek dan 40 persen teori. Tiap lulusan telah disiapkan kelebihan skill, selain teoritis.

“Selain ijazah, lulusan kami menerima sertifikat kompetensi dari BNSP dan LPJK. Di sipil ada forum kajur, di mana kami telah lakukan kerja sama dengan Kementerian PUPR,” ujarnya.

MoU tersebut dibuat pada 2016 dan berakhir di 2019. Minggu lalu, MoU lanjutan telah disiapkan, di sana mereka pun mendapatkan rambu-rambu dari Kementerian PUPR dan Ristekdikti.

“Ini tonggak kami untuk uji kompetensi mahasiswa. 181 lulusan tahun ini sudah kantongi sertifikat kompetensi dengan masing-masing skill. Karena latar belakang jasa konstruksi, sertifikat BNSP tersebut harus diregistrasi di LPJK Nasional,” jelasnya.

Dalam wisuda tahun ini, terdapat 76 calon wisudawan D3 Teknik Sipil dan 105 calon wisudawan D4 Perencanaan Perumahan dan Pemukiman. IPK tertinggi D3 3,84 diraih Steven Cladio dan D4 3,80 diraih Ari Fachruzi. (mde/ser)

Read Previous

Anggota DPRD Ketapang Periode 2014-2019 Sampaikan Reses Terakhir

Read Next

Dorong Pembinaan bagi UMKM

Tinggalkan Balasan

Most Popular