Seratus Ribu Subscribers dalam Sembilan Bulan

Nada Rafika Tiwi, Youtuber dan Ibu Rumah Tangga

Selama hampir sembilan bulan Nada Rafika Tiwi membuat konten di YouTube. Aktivitas ibu rumah tangga ini pun berbuah manis. Dia meraih Silver Play Button, setelah berhasil menembus 100 ribu subscribers. Berikut kisah inspiratif ibu rumah tangga yang saat ini menetap di Kabupaten Sintang.

Oleh : Siti Sulbiyah

Lewat kanal YouTube miliknya, Bisnis Ibu Rumah Tangga, Nada mulai serius menggarap konten sekitar pertengahan tahun 2019. Tujuan awalnya hanya ingin membuat konten yang memberikan manfaat bagi orang banyak, sembari mengisi hari disela-sela kesibukan sebagai ibu rumah tangga. Untung-untungan jika bisa menghasilkan.

“Awalnya buat channel YouTube itu karena ingin mengabadikan momen-momen penting. Tapi sekitar bulan ke enam tahun lalu, diputuskan buat channel yang dibangun secara profesional. Video lama pun akhirnya dihapus,” ungkap Nada.

Berjualan dan masak menjadi konten yang coba ia garap diawal merintis. Selain karena hobi, masakan yang ia buat cukup banyak yang melirik. Biasanya menu makanan hasil kreasinya itu diunggah di media sosial dan mendapat respon yang positif dari orang lain. Tak sedikit dari mereka bahkan menanyakan resep. Ini pula yang menjadi alasan dirinya membuat konten di YouTube, yakni agar orang lebih mudah memahami resep masakan yang dibuat.

Pembuatan konten diawal merintis masih dilakukan dengan sangat sederhana. Ibu dua anak ini hanya menggunakan telepon pintar, tanpa perangkat penunjang lainnya yang kerap digunakan oleh youtuber profesional. Seluruh proses pembuatan video, hingga siap untuk diunggah, ia pelajari secara otodidak.

“Bahkan waktu diawal, untuk bisa buat HP-nya berdiri, masih ditahan pakai buku,” kita dia.

Satu demi satu video tentang resep makanan diunggah. Lalu berkembang menjadi beberapa tema. Saat ini ada empat tema konten yang digarap, antara lain, resep masak menu harian, berbagai tutorial, resep jurus sehat Rasulullah, serta tentang bisnis. Dalam sebulan minimal ada 10 konten yang ia unggah di kanal Youtube-nya. Subscriber pun mulai bertambah seiring berjalannya waktu.

Ia tak asal-asalan mengunggah video. Tren ketertarikan penonton ia pelajari lewat tool yang telah tersedia di Youtube. Konten-konten menarik ia analisis, supaya video yang diunggah mendapat respon yang baik. Hingga saat ini, sudah ada lebih dari 100 konten yang diunggah. Penontonnya ada yang ratusan hingga jutaan untuk satu video saja.

Pendapatan yang ia peroleh sejalan dengan jumlah subscriber dan jumlah penonton konten. Jutaan rupiah diraih setiap bulannya. Sebelum tembus 100 ribu subscriber, penghasilan yang didapat berkisar 4 hingga 7 juta rupiah perbulan. Sementara ketika subscriber tembus 100 ribu, dalam satu bulan penghasilannya bisa mencapai 9 juta rupiah. Kini, sudah ada sekitar 150 ribu subscriber yang mengikuti kanal Youtube miliknya.

Nada sebelumnya tak menyangka bisa sampai dipencapaian saat ini. Profesinya sebagai Youtuber kini menjadi pundi-pundi rezeki, meski di awal merintis, tak disangka bakal sejauh ini.

“Boleh dibilang, selama menjadi Youtuber, sumber penghasilan ini yang paling besar yang pernah dirasakan jika dibandingkan dengan usaha yang sudah pernah dijalani sebelumnya,” kata dia.

Di sisi lain, pekerjaan ini memiliki waktu yang fleksibel, sehingga bisa disesuaikan dengan jadwal mengurus suami, anak-anak, dan urusan rumah tangga lainnya. Bagaimanapun, perannya sebagai ibu rumah tangga tidak boleh dikesampingkan lantaran pekerjaan ini.

“Nge-Youtube ini kerjaannya santai. Dibandingkan dulu saat berdagang, suami lebih setuju nge-Youtube. Tetap bisa jaga anak, masak, dan lain-lain,” kata dia.

Pencapaian lebih dari 100 ribu subscriber hanya dalam tempo tidak sampai satu tahun merupakan prestasi yang luar biasa bagi Youtuber pemula seperti Nada. Pasalnya, alumnus Universitas Tanjungpura ini bukanlah selebriti, selebgram, apalagi anak orang terkenal. Ia merintis kanal Youtube dari nol. Belajar pun dilakukan secara otodidak.

“Banyak yang bilang kalau saya ini termasuk Youtuber yang progresnya cepat. Ada yang sudah 3-4 tahun jadi youtuber sampai sekarang belum banyak menghasilkan,” tutur dia.

Meraih Silver Play Button dari Youtube, dengan jumlah subscriber lebih dari 100 ribu, baginya juga merupakan beban sekaligus tantangan baginya untuk terus menghasilkan konten-konten yang bermanfaat dan menarik. Tidak hanya sebagai penonton saja, ia berharap subscribe-nya, aktif berinteraksi di kanal YouTube miliknya. **