Si ‘Penumpang Pesawat’ Sempat Terlacak di Pontianak Timur, Namun Berhasil Kabur

Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, dr Harisson.

PONTIANAK-Dinas Kesehatan Kalimantan Barat (Kalbar) resmi mengumumkan kepada masyarakat agar melapor jika bertemu atau mengetahui keberadaan Is (42 tahun), warga Jombang, Jawa Timur yang terkonfirmasi (positif) Covid-19 namun belum diisolasi karena masih melarikan diri.

Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan swab RT-PCR terhadap Is, diketahui yang bersangkutan positif Covid-19 dengan viral load tinggi atau mengandung strain virus yang lebih berbahaya dari strain virus yang ada di Kalbar. “Sangat berbahaya bila seseorang kontak dan tertular dari yang bersangkutan,” ungkap Harisson, Rabu (5/8).

Is diduga sudah terpapar Covid-19 sejak berada di daerah asalnya Jawa Timur. Sebab ketika sampai di Pontianak ia sudah reaktif Rapid Test dan kemudian dinyatakan positis dari RT-PCR. Dilihat dari tingkat kematian kasus Covid-19 di Jawa Timur, jika dibandingkan dengan kasus kematian Kalbar menurutnya jauh berbahaya virus di Jawa Timur. Jawa Timur tercatat memiliki Case Fatality Rate 7,7 persen, sementara Case Fatality Rate Kalbar hanya 1,1 persen saja. “Jadi di sana (Jawa Timur) virusnya lebih bahaya,” katanya.

Terkait keberadaan Is, Harisson mengatakan pihaknya bersama tim sempat mendatangi rumah persembunyiannya di Pontianak Timur pada, Selasa (4/8) malam. Namun ketika didatangi yang bersangkutan sudah lari. “Bagi yang bersangkutan agar segera melaporkan diri ke Petugas Kesehatan untuk pelaksanaan isolasi. Bagi masyarakat yang mengetahui keberadaannya agar melapor ke petugas kesehatan setempat atau pihak aparat keamanan,” terangnya.

Terpisah Gubernur Kalbar Sutarmidji mengatakan, jika diketemukan Is dapat disanksi karena membahayakan orang banyak. Masyarakat yang mengetahui keberadaan yang bersangkutan diharapkan melapor. Termasuk ketua RT di wilayah tempat Is menginap. “Jangan sampai Pak RT-nya tahu tapi diam-diam itu bahaya. Kami akan cari terus, Kepolisian cari, TNI cari,” katanya, Rabu (5/8).

Yang ditakutkan menurut Midji sapaannya, Is bisa saja menularkan Covid-19 ke orang lain. Seperti ke tempat makan yang banyak orang dan lain sebagainya. “Sampai kemarin (Selasa) dia masih di Kota Pontianak. Soalnya ketika kami hubungi istrinya di Jawa, katanya (Is) ada di Jalan Tani (Pontianak Timur), tapi ketika didatangi rumah itu dia sudah kabur lagi,” ungkapnya.(bar)

error: Content is protected !!