Siap Bersinergi Majukan Daerah, Budaya, dan Adat Istiadat
Gusti Fiqry Naik Tahta Kerajaan Ishamayana Landak

TEPUNG TAWAR: Pangeran Shri Mangku Adiningrat Kusuma Negeri Ismahayana Gusti Nanang Mustofa melakukan prosesi adat tepung tawar kepada Raja Ismahayana Dipati Karang Sari Gusti Fiqry Azizurrahmansyah setelah resmi naik tahta, Sabtu (10/4). MIFTAH/PONTIANAKPOST

Raja Ismahayana Dipati Karang Sari Gusti Fiqry Azizurrahmansyah resmi naik tahta setelah melalui prosesi adat penabalan di Keraton Ismahayana Landak, Sabtu (10/4). Ia menjadi raja ke-41 menggantikan sang ayah, Raja Iswaramahayana Dipati Karang Tanjung Gusti Suriansyah yang meninggal dunia pada 2016 lalu.

—-

PENABALAN memiliki arti penobatan raja. Hari itu, Pangeran Shri Mangku Adiningrat Kusuma Negeri Ismahayana Gusti Nanang Mustofa menabalkan dengan membacakan janji sumpah sebelum menjadi seorang raja di depan Majelis Kerajaan Kalimantan Barat dan keluarga keraton.

“Hari ini merupakan hari bahagia bagi diri saya sendiri secara pribadi. Saya berdiri di tempat ayahanda saya berdiri, ketika saya duduk di tepi sana melihat beliau memberikan kata sambutan di hadapan masyarakat. Ayah saya, raja Ismahayana Dipati Karang Tanjung Gusti Suriansyah,” kata Raja Gusti Fiqry usai prosesi penabalan.

SUMPAH: Raja Ismahayana Dipati Karang Sari Gusti Fiqry Azizurrahmansyah membacakan sumpah saat prosesi penabalan di Keraton Ismahayana Landak, Sabtu (10/4).

Sebelum itu, ia telah melalui rangkaian prosesi adat pada tanggal 1 dan 2 April 2021 lalu. Serangkaian prosesi ziarah ke makam leluhur, mandi beras, bere rumah makan atau ngantar bubur abang, buang telok ke air, tepung tawar atau betunggal, sedekah kampong 3 hari berturut-turut dan antar tumpang.

Akhirnya, ia pun mendapat restu penabalan Pangeran Ratu menjadi Raja Keraton Ismahayana Landak oleh Ratu Suri Setia Ismahayana, Ibunda Hj Thaufikiah Gusti Amiruddin Hamid, di Mempawah pada Sabtu (3/4) lalu.

Raja Gusti Fiqry menyebut, karunia yang ia terima hari itu merupakan sebuah tanggung jawab yang besar. “Insya Allah saya siap melaksanakannya,” kata sang raja.

Dia menyampaikan, Keraton Ismahayana Landak bisa bersinergi dan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Landak, dalam memajukan dan meningkatkan Khazanah Budaya dan Adat Istiadat di Kabupaten Landak. Seraya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya Bupati Landak, selaku kepala pemerintahan daerah Kabupaten Landak, atas dukungan materil dan moril kepada pelaksanaan acara dan untuk Keraton Ismahayana Landak.

“Kami keluarga besar Keraton Ismahayana Landak siap menjadi mitra pemerintah dan bersinergi dalam mendukung program-program pemerintah. Dan, mendukung apa yang sudah menjadi program bupati,” tutup Gusti Fiqry.

Sementara itu, Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengatakan, pihaknya sangat mendukung prosesi ini yang tentunya menjadi pembelajaran sejarah khazanah budaya di Kabupaten Landak.

“Keraton Ismahayana Landak merupakan salah satu bukti perjalanan bangsa ini dari era kerajaan memerintah, kemudian menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Keraton saat ini memiliki fungsi penting sebagai pelestari seni dan budaya,” ucap Karolin usai proses penabalan.

Ia mengatakan, semua menginginkan Landak menjadi maju di berbagai bidang. Untuk mencapai itu, dibutuhkan kerja sama banyak pihak, kerja keras, kerja cerdas dan kerja tuntas.

“Tidak mudah tetapi sangat mungkin jika kita semua mau bergantengan tangan mewujudkannya,” katanya.

Karolin melanjutkan, peran keraton sebagai penjaga dan pelestari adat dan budaya harus terdefinisikan secara terus-menerus. “Bagian mana, apa peran pemerintah, apa tugas dari keraton sendiri. Nah, untuk itu saya yakin dengan perkembangan zaman banyak hal yang bisa kita diskusikan,” katanya.

Sebagai Pemerintah Daerah Kabupaten Landak, ia mengakui tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan masukan untuk membangun. Selama dirinya menjabat menjadi bupati, kata Karolin, praktis di Keraton Ismahayana Landak tanpa kepemimpinan seorang raja karena raja sebelumnya berpulang sebelum ia menjadi bupati.

Kali ini, dengan penabalan raja yang baru, ia berharap komunikasi dan silaturahmi bisa semakin baik di masa yang akan datang. “Tentu saja kapal tanpa nakhoda akan berbeda. Sekarang sudah ada nakhoda, kepemimpinannya yang didukung oleh seluruh keluarga besar dan raja dari wilayah tetangga. Saya yakin ke depan kita bisa lebih banyak kontribusi pada Keraton Ismahayana,” ujarnya.

Atas nama pribadi dan Pemkab Landak, ia menyampaikan selamat kepada Raja Gusti Fiqry. Diharapkan dengan penabalan hari ini, Keraton Ismahayana bisa semakin maju, kompak dan bisa terus bermitra menjalin silaturahmi dengan Pemkab Landak demi kemajuan daerah. (mif)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!