Siap Deteksi Covid dengan GeNose C19

DAPAT PENJELASAN: Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, mendapat penjelasan saat memantau langsung percobaan penggunaan GeNose C19 di Aula Kantor Camat Sungai Ambawang, Rabu (17/2). ASHRI ISNAINI/PONTIANAK POST

SUNGAI AMBAWANG – Sebanyak enam unit pendeteksi Covid-19, GeNose C19 yang dibeli Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta saat ini telah tiba dan siap digunakan di Kubu Raya. Hal tersebut dipastikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, Marijan.
“Dalam penggunaan GeNose ini nantinya dilakukan dengan menerapkan pemetaan kasus Covid-19 di Kubu Raya, sejauh ini daerah tertinggi ditemukan kasus konfirmasi Covid-19 seperti di Sungai Kakap, Sungai Ambawang, Rasau Jaya dan Sungai Raya,” kata Marijan.
Untuk mengoptimalkan upaya pencegahan Covid-19, kata Marijan, direncanakan ke depan Pemkab akan menambah sebanyak 14 unit GeNose C19 untuk kemudian disebar di 20 puskesmas di Kubu Raya. “Nantinya alat ini juga akan kami sebar di 20 Puskesmas di Kubu Raya sehingga masyarakat disetiap desa yang memerlukannya tidak terlalu jauh pergi ke pusat kabupaten untuk menggunakan alat ini,” jelasnya.
Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, menambahkan, pada Selasa malam (16/2) pihaknya sudah melakukan uji coba penggunaan GeNose C19. Dalam waktu dekat, lanjut Muda, Pemkab akan kembali memesan GeNose untuk kemudian disebar kesemua kecamatan di Kubu Raya.
“Alat tiupnya itu harganya sangat murah hanya Rp10 ribu saja dan pada tahap awal ini, kami sudah memesan sebanyak 10 ribu unit. Nantinya akan kembali kami pesan begitu ada stok lagi dari UGM sebagai pengembang GeNose C19 ini,” paparnya.
Sebelumnya Muda mengakui, saat berkunjung ke UGM, mendapatkan kesempatan pertama mencoba GeNose yang dinilai memiliki akurasi tinggi dalam mendeteksi Covid-19. Bupati pertama Kubu Raya ini menilai GeNose C19 menjadi solusi yang mampu membantu dan meringankan beban masyarakat dan pemerintah dalam upaya mencegah dan menangani pandemi Covid-19.
“Saya melihat alat ini lebih praktis. Selain nyaman, mudah digunakn dan tingkat akurasinya juga tinggi untuk mendeteksi Covid-19. Dan yang paling penting harganya tidak mahal dan ini tidak akan membebani APBD kita sehingga dana APBD yang ada bisa tetap diprioritaskan untuk pembangunan,” pungkasnya. (ash)

error: Content is protected !!