Siap Jajaki Asia

Kita punya kesempatan buat bersaing di kancah musik Asia. Mulai dari sumber daya manusia hingga karya-karya gokilnya.” -Pamungkas-

SELAMAT Hari Musik Nasional! Sobat Z siapa aja nih yang merayakannya dengan nonton festival musik Bless This Fest (BTF) 2020 weekend kemarin? Event ini berkiblat pada beberapa acara serupa yang kerap digelar di pulau Jawa seperti Synchronize Fest dan We The Fest. Eko, ketua panitia BTF 2020 menuturkan Festival ini memadukan banyak genre musik dan menghadirkan banyak musisi. Pamungkas, Kelompok Penerbang Roket, Ucup Pop dan Andhika ex-Kangen Band tampil memukau menghentak halaman Grand Mahkota Hotel Pontianak pada 7-8 Maret semalam.

Sebagai yang paling ditunggu, The one and only Pamungkas suskes mengajak ribuan penontonnya larut dalam alunan lagu dari kedua albumnya, Flying  Solo dan Walk The Talk. Tak sekadar bernyanyi, cowok bernama lengkap Rizky Pamungkas ini juga memainkan beberapa alat musik yang buat penggemarnya histeris. Usai konser, Tim Zetizen menemui cowok manis berambut keriting ini. Yuk, simak obrolan bareng Mas Pam! (mya)

Z: Selamat datang di Pontianak, Mas! Gimana kesan pertamanya dengan Pontianak?

P : Pontianak awannya bagus, belom kena banyak polusi jadi panasnya lebih alami. Waktu konser, antusias anak mudanya cukup tinggi di antara beberapa kota yang udah dikunjungi. Secara musik, taste-nya cukup oke karena nggak terkesan mengkotak-kotakkan pilihan musik yang didengarkan. Oh ya, sebelumnya tadi aku udah cobain makan nasi uduk di sini.

Z:  Next project-nya apa nih setelah beberapa hari lalu merilis video clip To The Bone?

P:  Southeast Tour, kita berani jalan ke Asia berdasarkan data di platform musik, data pendengarnya nggak cuma dari Indonesia tapi US, Malaysia, Thailand, dan Filipina dengan niat awal “Halo ini saya Pamungkas dan karya saya, saya dari Indonesia”. Tapi karena wabah virus kita postpone jadwalnya, untuk yang di Indonesia masih tetap jalan. Selain itu, ketika buat project  kolaborasi dengan brand, kita cari yang satu visi biar image-nya tetap as a singer and song writer. Lagi ngerjain album ketiga juga, udah hampir 70%.

Z: Mas Pam musisi idolanya siapa aja, sih?

A: Banyak banget, gue dengerin The Beattles dan segala konsep karyanya, John Mayer, Bob Dylan. Kalau dari Indonesia Barasuara dengan konsep beraninya, sempat banyak ngobrol sama Mas Rendy Pandugo, gue banyak belajar dari mereka, but I’m not going that way but this way.

Z: Gimana pandangan Mas Pam tentang perkembangan musik di Indonesia?

P:  Kita punya kesempatan buat bersaing di kancah musik Asia. Mulai dari sumber daya manusia hingga karya-karya gokilnya. Perkembangannya bukan cuma dari performance tapi juga media dan event organizer. Terutama daerah-daerah luar Jakarta, ternyata benar adanya Indonesia beragam dan karena itu kita kuat, bener banget! Pintunya udah kebuka nih, maka dari itu juga gue berani buat jalan ke Asia. Indonesia lagi bagus-bagusnya, so let’s go!  

Z: Kasi pesan dong buat anak muda Pontianak yang lagi merintis karier di dunia musik?

P: Prosesnya bakal panjang dan nggak enak. Proses itu yang paling penting, Semoga sabar dan selalu mau belajar karena untuk sampai di sini gue udah berkali-kali gagal dan melewati penolakan. Gue pernah kerja di studio, jadi crew bahkan sampe diomelin karena gue malah nonton bukannya kerja. Fokus sama prosesnya yang akan panjang, semoga tidak mudah terbuai dangan angka achievements karena harus terus belajar di tantangan baru yang terus ditemui. Semangat terus, kalau capek istirahat, kalau frustasi nafas dulu tapi jangan berhenti atau berubah arah karena masih ada besok buat belajar lagi.**

 

error: Content is protected !!