Siap Proses Dana Jemaah

Ridwansyah Kakanwil Kemenag Kalbar

PONTIANAK – Kepala Kantor Kementerian Agama Kalimantan Barat Ridwansyah mengatakan pihaknya siap memproses jika ada calon jemaah haji yang ingin menarik uang yang disetorkan untuk biaya haji.

Ridwan mengatakan calon jemaah haji memiliki pilihan untuk menarik uang pelunasan atau setoran awal untuk biaya haji. Seperti diketahui setoran awal untuk biaya haji sebesar Rp25 juta.

Sementara untuk pelunasan Biaya Pelunasan Ibadah Haji (BPIH) tahun ini belum ditentukan. “Jika mengacu dengan tahun lalu, besaran pelunasan itu sekitar Rp6 juta hingga Rp8 juta,” kata Ridwansyah saat diwawancarai Pontianak Post, siang kemarin.

Meski demikian ia mengingatkan calom jemaah haji. Jika uang yang ditarik adalah keseluruhan, hingga setoran awal maka akan mengubah nomor urut keberangkatan calon jemaah haji.

“Jika membutuhkan dan mendesak silakan mengambil. Kami siap mendampingi dan memproses di kemenag kabupaten/kota. Jika yang ditarik hanya biaya pelunasan maka tidak mengubah nomor urut,” sebut Ridwansyah.

Secara keseluruhan jumlah calon jemaah haji yang ditunda keberangkatannya sebanyak 2.519 orang. Jumlah ini adalah calon jemaah haji yang juga ditunda keberangkatannya tahun lalu.

Seperti diketahui tahun lalu keberangkatan calon jemaah haji juga ditiadakan. Penyebab karena pandemi Covid-19. Sama halnya dengan tahun ini, menurut Ridwansyah, keselamatan calon jemaah haji menjadi prioritas sehingga keberangkatannya kembali ditunda.

“Kebijakan ini kewenangan pusat, kami di daerah mensosialisasikan informasi ini kepada CJH yang tertunda keberangkatannya,” jelas Ridwansyah.

“Tugas kami menyampaikan dan memastikan informasi itu sampai ke calon jemaah haji, karena keputusan ini tidak lepas dari kondisi pandemi Covid-19. Jemaah harap bersabar,” tambah Ridwansyah.

Ia mengatakan calon jemaah haji bisa mendapatkan informasi terkait penundaan keberangkatan ini di Kementerian Agama Kabupaten/Kota. “Cari informasi yang resmi sehingga tidak beranggapan pemerintah hoaks. Dana haji aman, jika mendesak silakan konsultasikan ke Kemenag Kabupaten/Kota,” imbuhnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak Syarifendi mengatakan pihaknya masih menunggu arahan teknis dari pemerintah pusat terkait dengan ditundanya keberangkatan haji tahun ini. “Belum ada edaran resmi terkait teknis seperti apa,” jelas Syarifendi.

Ia menambahkan penarikan biaya oleh calon jemaah haji hal yang biasa dilakukan. Ia berharap calon jemaah haji tenang untuk menunggu informasi lebih lanjut mengenai penundaan keberangkatan.

Secara keseluruhan calon jemaah haji Kota Pontianak tahun lalu berjumlah 615 orang. Kemudian ada tiga calon jemaah haji yang menarik biaya paska penundaan keberangkatan calon jemaah haji. “Jumlah tahun ini juga sama, 615 calon jemaah haji,” pungkasnya. (mse)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!