Siapkan Enam Lokasi Pengungsian, 70 Ton Beras Bakal Didistribusikan

DAPUR UMUM: Jajaran Pemkab Sintang saat meninjau dapur umum yang ada di Masjid Abu Bakar, Jalan Transito, Kelurahan Kapuas Kanan Hulu, Selasa (26/10). (IST)

SINTANG – Tinggi muka air banjir yang menerjang 12 kecamatan di Kabupaten Sintang dimungkinkan masih akan bertambah beberapa hari ke depan. Enam lokasi pun disiapkan untuk menampung pengungsi yang rumahnya tak dapat ditinggali, Selasa (26/10).

Menurut data terakhir yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang, sebanyak 22 ribu keluarga terdampak banjir ini. Kepala Bidang (Kabid) Kegawatdaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Sintang, Sugianto mengatakan kondisi tinggi muka air masih bertahan.

Hal ini merujuk pada prakiraan cuaca yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, di wilayah Sintang maupun di perhuluan Sungai Kapuas dan Sungai Melawi, yaitu Kapuas Hulu dan Melawi masih berpotensi hujan dengan intensitas tinggi hingga 1 November mendatang. “Menurut prakiraan cuaca, hujan akan terus terjadi sampai 1 November. Ddi pertengahan dan akhir November juga diperkirakan intensitas hujan tinggi,” ucapnya.

DISTRIBUSI: Pendistribusian makanan kepada pengungi korban banjir di Sintang. (IST)

BPBD bersama instansi terkait selalu waspada akan potensi meningkatnya banjir tersebut. “Hasil rapat dengan Pemkab Sintang kemarin, kami sudah siapkan lokasi pengungsian. Ada enam tempat yang sudah disiapkan,” lanjutnya. Enam lokasi pengungsian itu adalah Masjid Abu Bakar, Jalan Transito, Kelurahan Kapuas Kanan Hulu, Kecamatan Sintang, SMP Negeri 2 Sintang, Asrama Haji, Gedung Diklat, SD Negeri 6 Sintang, dan tenda Damkar di samping Kantor Dinas Sosial Sintang.

Namun Sugianto mengatakan pihaknya belum memiliki data terkait jumlah warga yang mengungsi akibat banjir. “Kita belum memastikan. Kita belum memiliki data. Sampai saat ini kita belum ada laporan untuk pengungsi. Enam lokasi pengungsian itu adalah prediksi kita,” ujarnya.

Sebagian warga lebih memilih mengungsi di rumah sanak keluarganya. Pihaknya juga akan menghitung jumlah warga yang mengungsi di rumah warga lain yang masih aman dari banjir. Terkait yang enggan mengungsi meski rumahnya sudah terendam banjir, ia mengatakan bahwa BPBD Sintang bersama instansi terkait akan meminta yang bersangkutan untuk mengungsi ke tempat yang sudah disediakan. “Nah inilah yang besok akan kita minta mengungsi. Kita paksa warga ini harus pindah,” ucapnya.

PENGUNGSIAN: Kondisi tenda pengungsian yang terletak di samping Kantor Dinas Sosial Kabupaten Sintang, Selasa (26/10). (IST)

Ia mengimbau warga yang rumahnya tidak lagi dapat ditinggali akibat banjir untuk segera mengungsi ke tempat yang telah disediakan. “Mohonlah, kami sudah siapkan tempat untuk hunian sementara. Ada beberapa tempat, tinggal pilih lokasinya di mana,” katanya.

Sementara itu, jajaran Pemkab Sintang pada Selasa (26/10) juga mengunjungi lokasi pengungsian di Masjid Abu Bakar. Saat berada di lokasi pengungsian, Pelaksana Harian (Plh) Bupati Sintang juga melihat kondisi dapur umum untuk pengungsi di Kompleks Masjid Abu Bakar. Dia mengatakan Pemkab Sintang sedang menyalurkan bantuan kepada para korban banjir.

“Beras sudah kita salurkan ke lima kecamatan yang terdampak. Karena sekarang terjadi lagi banjir besar, kita segera mengeluarkan cadangan beras lagi. Beras cadangan sebanyak 70 ton akan segera kita keluarkan. Saat ini pengeluarannya sedang dalam proses,” terang Yosepha Hasnah.

Yosepha pun mengimbau warga korban banjir yang mau mengungsi agar mendaftar ke Dinas Sosial  atau BPBD Sintang atau ke pemerintah kecamatan agar bisa dikoordinasi dengan baik. Jika pengungsi terus bertambah, Pemkab Sintang akan mendatangkan dapur umum mobile dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. “Saya sudah komunikasi dengan Bapak Gubernur Kalbar dan respon beliau sangat baik dan siap membantu,” ujarnya.

Terkait pelayanan kesehatan bagi warga terdampak banjir, ia mengatakan Pemkab Sintang sudah membuka semua puskesmas. Jika ada kejadian khusus, tenaga kesehatan siap untuk dipanggil ke rumah warga terdampak banjir.

Selain itu, Yosepha mengatakan bahwa kendaraan roda dua dan roda empat bisa diungsikan ke Eks Bandara Susilo, Gedung Serbaguna, dan Halaman Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sintang. Dia juga mengimbau agar masyarakat tidak memarkirkan kendaraan di atas jembatan.

“Untuk Jembatan Kapuas dan Melawi dilarang memarkirkan kendaraan di atasnya. Kita sudah koordinasi dengan pihak Polres Sintang soal ini. Takutnya roboh karena ada beban kendaraan. Tidak boleh parkir kendaraan di atas jembatan. Berhenti saja tidak boleh di atas jembatan, apalagi parkir. Semuanya untuk keamanan dan kelancaran transportasi,” pungkasnya. (ris)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!