Siapkan Lahan 100 Hektare, Pemprov Kalbar Kembangkan Sorgum

PANEN: Seorang petani sorgum di Bali menunjukkan hasil panennya. Saat ini, Pemprov Kalbar tengah merencanakan pengembangan sorgum sebagai sumber pangan masyarakat. JULIADI/RADAR BALI/JPG

PONTIANAK—Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kalimantan Barat tengah merencanakan pengembangan sorgum sebagai sumber pangan masyarakat. Dinas ini pun menargetkan lahan seluas 100 hektare untuk tanaman sorgum hingga tahun 2022.

“Pada 2022 kita akan dikembangkan 100 hektare tanaman sorgum di Kabupaten Mempawah melalui anggaran dari APBN,” ujar Kepala Seksi Serealia Dinas TPH Provinsi Kalbar, Suyatno di Pontianak, Rabu (28/7).

Menurutnya, budidaya sorgum saat ini sudah dilakukan swadaya oleh petani atau masyarakat Kalbar. Tanaman ini merupakan tanaman serbaguna yang dapat digunakan sebagai sumber pangan, pakan ternak dan bahan baku industri. Menurutnya sebagai bahan pangan, sorgum berada pada urutan kelima setelah gandum, jagung, padi, dan lainnya.

“Sorgum ini sejenis jagung tapi bijinya di atas dan dapat diolah sebagai bahan baku makanan pengganti beras dan bioetanol untuk bahan bakar,” jelasnya.

Petani di Kabupaten Mempawah sebenarnya juga telah mencoba mengembangkan tanaman ini, serta mengolahnya menjadi tepung. “Di Mempawah, hasil panen sorgum sudah diolah menjadi tepung untuk bahan baku kue cucur, kue bolu, tapai dan makanan pengganti beras,” tuturnya.

Dia menilai, tanaman sorgum terbilang mudah dibudidayakan. Selain biaya perawatan yang murah, tanaman ini juga bisa menjadi tanaman sela atau ditanam secara tumpang sari dengan tanaman, seperti padi, kacang tanah dan kedelai atau lainnya. Produktivitasnya juga cukup tinggi.

“Kemudian dapat dipanen lebih dari satu kali sehingga ini produktivitasnya tinggi. Untuk daerah kita juga cocok untuk tanaman ini karena dapat tumbuh di dataran rendah hingga tinggi,” katanya. (sti)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!