Sidak di Gudang, Agen Keluhkan Stok Gula Menipis

TINJAU GUDANG: Bupati, Wakil Bupati, Sekda Sambas serta Kapolres dan Dandim Sambas memantau agen sembako di Pasar Sambas. OZY/PONTIANAKPOST

Bertahan Hingga 6 Hari, Imbas Lock Down Malaysia

Sejumlah agen atau pedagang mengaku belum mendapatkan suplai gula dari Pontianak. Hal ini menyebabkan stok komoditi tersebut menipis. Malah, prediksinya, stok yang ada hanya untuk enam hari ke depan.

Achmad Fahrozy, SAMBAS

“KALAU yang lain stok aman. Hanya gula pasir yang sekarang ini stoknya kurang lebih bisa bertahan sekitar enam hari,” kata A Limin, salah satu agen kebutuhan pokok dan penting di wilayah Pasar Sambas, Kamis (26/3).

Biasanya, dia dan sejumlah agen lainnya di Sambas mendapatkan suplai gula dari Pontianak. Namun kali ini, mereka belum mendapatkan kiriman.

“Memang belum ada suplai dari Pontianak,” katanya. Sedangkan soal harga, saat ini per kilogramnya gula pasir dijual Rp18 ribu.

Kamis (26/3) kemarin, Bupati, Wakil Bupati, Sekda Sambas bersama Kapolres dan Dandim 1208 Sambas melakukan sidak ke sejumlah toko dan gudang kebutuhan pokok dan penting di Pasar Sambas. Dari kegiatan itu, didapatkan untuk kebutuhan pokok dan penting stoknya memadai. Hanya memang untuk gula pasir, jumlahnya sangat terbatas.

“Hasil pemantauan di sejumlah pasar, baik di Pemangkat, Sambas. Stok kebutuhan pokok dan penting memadai, kecuali yang terbatas adalah gula pasir, dan itu terjadi diseluruh pasar,” kata Atbah.

Bahkan, dari keterangan pemilik toko maupun sejumlah agen di Sambas khususnya. Stok gula pasir miliknya untuk satu minggu, bahkan hanya untuk dua hari ke depan. “Pengakuan pemilik toko, stok gula mereka bisa bertahan paling lama satu minggu, dan ada yang hanya untuk beberapa hari ke depan, dan ini menjadi salah satu faktor harga gula mengalami kenaikan seperti sekarang, jarena bisa mencapai Rp18 hingga Rp19 ribu per kilogramnya,” katanya. Kondisi yang terjadi, diakibatkan belum adanya suplai dari pemasok mereka masing-masing, baik yang dari Pontianak maupun Singkawang. Bahkan, di Bulog juga menyebutkan stok gula kosong.

Bahkan, belum lama ini dirinya mendapatkan informasi, jika akibat lockdown di Malaysia. Harga gula pasir di Temajuk sudah mencapai Rp22 ribu per kilogram. “Karena didaerah tersebut, masih berbelanja di Malaysia. Namun akibat dari lockdown di negara itu, membuat gula mahal, termasuk sejumlah komoditi lainnya,” katanya.

Dikesempatan tersebut, Bupati Sambas serta Wakil Bupati Sambas berharap kepada para pedagang, untuk bersedekah dengan cara tak menaikkan harga di luar batas kewajaran. Terlebih, sekarang disituasi mewabahnya covid 19.

“Situasi seperti sekarang inilah menjadi saat untuk bersedekah, untuk para pedagang caranya tak menaikkan harga diluar batas kewajaran. Terlebih dalam hal perdagangan, ada pihak yang mengawasi,” katanya. Wakil Bupati Sambas, Hj Hairiah SH MH menyebutkan mewabahnya covid 19 ini berdampak pada segi ekonomi masyarakat. Sehingga para pedagang harus memiliki peran untuk membantu warga, caranya jangan menaikkan harga tak wajar.

“Kalau harga kebutuhan pokok tinggi diluar batas kewajaran, nanti akan menambah kepanikan warga, jadi para agen sembako memiliki peran untuk membantu masyarakat,” katanya. Setelah melakukan sidak disejumlah gudang milik agen. Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Dandim dan Polres Sambas turun bersama BPK Swasta melakukan penyemprotan cairan untuk mensterilkan sejumlah fasiltias publik. Bupati dan Wakil Bupati Sambas pun langsung naik di kendaraan BPK Swasta kemudian menyemprotkan cairan. Selain itu, kendaraan milik Polres Sambas juga melakukan hal sama. Ini dilaksanakan untuk mencegah penyebaran covid 19.(*)

error: Content is protected !!