Sikapi Lockdown Malaysia, Bupati Pantau Persiapan PLBN

TINJAU: Bupati Sambas H Atbah Romin Suhaili dan rombongan saat melakukan kunjungan ke PLBN Aruk. OZY/Pontianak Post

SAMBAS – Bupati Sambas dan Wakil Bupati Sambas, Selasa (17/3) memantau langsung kesiapan Pos lintas Batas Negara (PLBN) Aruk Sajingan. Hal ini berkaitan dengan Covid 19 ditambah rencana lockdown yang akan diterapkan Pemerintah Malaysia terkait wabah tersebut. Dalam kunjungan di PLBN Aruk, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Sambas dan jajaran, Forkopimcam Sajingan Besar. Kemudian diterima oleh Kepala PLBN Aruk, KKP Satker Aruk serta pihak terkait lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Sambas berdialog dengan sejumlah warga yang pulang dari Malaysia. Dan saat kunjungan, kondisi di PLBN Aruk cukup ramai pelintas.

Kepala PLBN Aruk, Purwoto menyatakan jika pihaknya sudah melakukan persiapan adanya kemungkinan lonjakan pelintas di PLBN Aruk berkaitan dengan rencana lockdown yang dilakukan pihak Malaysia. “Rencana lockdown Malaysia, kami tetap melakukan pelayanan, Namun untuk sisi dari WNA akan tetap kami tolak, dan begitu untuk WNI yang akan ke Malaysia akan tak bisa masuk ke Malaysia,” kata Parwoto,

Sementara itu, dengan antisipasi lonjakan adanya WNI yang pulang ke Indonesia dari Malaysia. Pihaknya juga sudah bersiap. “Guna mengantisipasi jika ada lonjakan kedatangan WNI karena adanya lockdown ataupun memang ingin pulang ke Indonesia, terkait maraknya Covid 19, kami sudah siap,” katanya.

Di antaranya pemaksimalan pemeriksaan di zona netral. Yakni mengerahkan petugas untuk melakukan pemeriksaan awal. “Di zona netral, sekuriti akan diberdayakan untuk melakukan deteksi awal ke semua pelintas yang masuk,” katanya. Kemudian dilanjutkan seluruh pelintas diarahkan untuk melakukan cuci tangan ditempat yang disediakan, lalu wajib melalui deteksi termoscaner yang sudah disiapkan.

“Kalau masalah lonjakan, kami rasa sudah siap. Karena seperti pengalaman pada momen Ramadan dan Idul Fitri, dan semua itu terlayani.   “Lonjakan begitu tinggi sudah sering terjadi saat Ramadan dan Idul Fitri, jadi kami siap,” katanya.

Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc MH menyebutkan rencana Malaysia menerapkan Lockdown, tentu harus disikapi. “Malaysia sudah menerapkan lockdown, Indonesia menunggu instruksi Presiden melalui Gubernur terkait kebijakan yang diterapkan di PLBN Aruk seperti apa. Tapi konsekuensi Warga Indonesia tak bisa masuk ke Malaysia,” kata Atbah.

Melihat kondisi inilah, Pemkab melakukan pemantauan di PLBN Aruk. “Kami datang ini memantau, memastikan bahwa pengecekan kesehatan disiapkan bagi pelintas yang pulang dari Malaysia. Kemudian langkah pemeriksaan hingga karantina jika menemukan terdeteksi demam, flu, batuk, akan dilakukan tindakan lebih lanjut hingga karantina, baik karantina dilakukan di rumah dengan pengawasan dokter puskesmas setempat atau dibawa ke RS Pratama,” katanya. Ke PLBN Aruk, juga disaampaikan Bupati Sambas sebagai langkah untuk merespon perintah Gubernur Kalimantan Barat tentang Pencegahan virus Corona atau Covid-19.(fah)

error: Content is protected !!