Sindikat Perusak ATM Dibekuk

TEREKAM CCTV: Pelaku pembobol ATM terekam CCTV saat melakukan aksinya membobol sebuah ATM. Istimewa

PONTIANAK – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar berhasil membekuk dua pelaku pengrusakan 14 mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di wilayah Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.

Pelaku berinisial HD (24) dan SS (42), berhasil dibekuk saat melakukan pemgerusakan mesin ATM yang ke 14 di ATM SPBU Kubu Raya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengungkapkan, para pelaku perusakan berhasil diamankan berkat kerjasama pihak Bank dan vendor pengadaan mesin ATM.

Menurut Lutfie, kejadian bermula saat ditemukannya kerusakan pada salah satu ATM BNI di wilayah Kota Pontianak. Saat itu, vendor ATM dari PT. SSI melakukan pengecekan dan ditemukan adanya kerusakan pada bagian tempat keluar uang pada mesin tersebut.

Dari adanya temuan itu, lanjut Luthfie, pihak vendor melakukan koordinasi sama pihak Bank BNI dan melakukan crosscheck kepada unit Atm lainnya serta melakukan pengecekan CCTV.

“Setelah dilakukan pengecekan, ternyata ada 13 unit mesin ATM yang mengalami kerusakan yang sama,” ujarnya, Senin (10/8) malam.

Kejadian itu pun dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar untuk proses lebih lanjut.

Selanjut pada hari Minggu 9 Agustus 2020 sekitar pukul 22.30 Wib, petugas kepolisian melakukan pengintaian di ATM BNI di SPBU jalan Mayor Alianyang  Kabupaten Kubu Raya dan ditemukan dua orang melakukan pencurian dengan merusak ATM BNI tersebut. Keduanya berinisial HD dan SS.

Adapun barang bukti yang berhasil petugas amankan berupa 1 buah obeng dan 2 pengait besi yang digunakan pelaku untuk merusakan mesin Atm. Barang bukti lainya yang turut diamankan petugas berupa 2 unit sepeda motor dan uang tunai sebesar Rp600 ribu. “Untuk kerugian dari pihak Bank sebesar Rp11 juta,” jelas Luthfie.

Luthfie  juga menerangkan, saat ini kedua pelaku masih dilakukan pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar untuk mengetahui sindikat kejahatan dengan sasaran ATM. Berdasarkan keterangan sementara, pelaku berhasil mengondol uang sebesar Rp7 juta dan langsung disetor ke rekening milik pelaku. “Untuk saat ini, kami sedang menggali keterangan tersangka dan bukti petunjuk lainnya,” paparnya.

Kedua pelaku terancaman dikenakan pasal pencurian dengan pemberatan 363 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara. (arf)

loading...