Sinergi Dalam Kemajuan Pendidikan

Oleh: Ilyas, S.Pd (Guru di SDN 66 Belangin III)

PENDIDIKAN mempunyai peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai upaya pembangunan bangsa dan negara. Kemajuan suatu negara ditentukan oleh generasi penerus bangsa yang nantinya akan melanjutkan cita-cita bangsa itu sendiri, sebagai penerus bangsa sudah seharusnya dibekali dengan berbagai ilmu dan pengalaman serta pengetahuan yang diperlukan dalam kehidupan masyarakat, hal ini sesuai dengan UU RI Nomor 20 tahun 2003.

Peran orangtua sangatlah penting dalam pendidikan, karena pendidikan yang pertama dan utama dimulai dari lingkungan keluarga dan orang tua menjadi kunci utama terjadinya sebuah pendidikan dalam keluarga itu sendiri. Peranan orangtua bagi pendidikan anak menurut Hasan (2010:19) adalah memberikan dasar pendidikan, sikap, dan keterampilan dasar, seperti pendidikan agama, budi pekerti, sopan santun, estetika, kasih sayang, rasa aman, dasar-dasar untuk mematuhi peraturan, dan menanamkan kebiasaan.

Salah satu kemampuan belajar yang dibahas di sini adalah kemampuan kognitif pada anak, kemampuan kognitif anak akan berkembang bila anak tersebut diberikan stimulasi dari lingkungan, hal ini membutuhkan peran orang tua serta pendidik dalam pelaksanaannya.

Dalam membentuk karkater siswa bukan hanya sekedar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah, tetapi lebih dari itu pendidikan karakter menanamkan kebiasaan dalam hal-hal yang baik sehingga peserta didik menjadi faham tentang yang baik dan yang salah (domain kognitif), mampu merasakan nilai yang baik (domain afektif) dan biasa melakukannya(domain perilaku). Karena karakter seperti itu terkait dengan nilai-nilai kebaikan, maka pendidikan karakter adalah upaya bertahap untuk menanamkan kebiasaan, agar siswa selalu berfikir, bersikap dan berperilaku berdasarkan nilai-nilai kebaikan.

Dengan demikian pendidikan karakter selalu dikaitkan dengan pendidikan nilai yang menjadi ukuran baik buruk dan benar salah adalah nilai moral.  Nilai moral dapat berupa nilai instrumental yaitu presentasi diri, evaluasi, justifikasi dan perbandingan diri sendiri dengan orang lain, ataupun nilai terminal, yang secara konsisten telah dimiliki oleh individu dan menjiwai tingkah laku dan kebiasaan sehingga menjadi karakter.

Pendidikan membutuhkan sinergitas semua pihak, dalam peran mewujudkan generasi yang tangguh. Oleh karenanya, dibutuhkan kerjasama antara pendidik dan orang tua dalam mengembangkan kemampuan kognitif yang ada pada anak. Hal ini mengingat selain terjadinya perkembangan secara alamiah, anak juga membutuhkan bimbingan, arahan serta motivasi dari lingkungan dalam mengembangkan kemampuan dalam diri anak.

Sesuai dengan  pendapat Vigotsky (dalam Sujiono 2008) yang mengatakan bahwa kemampuan kognitif dan pola pikir bukanlah dasar yang ditentukan oleh faktor bawaan tetapi hasil dari aktivitas atau lingkungan di mana individu tersebut tinggal. Motivasi dari orang tua sangat dibutuhkan anak, selain motivasi dari diri anak, anak membutuhkan motivasi dari lingkungan baik dari orangtua maupun dari pihak sekolah yang digunakan untuk memperlancar jalannya pendidikan.(**)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!