Singkawang Rapid Tes Massal, 132 Orang Non Reaktif 

NON REAKTIF : Rapid Test Massal dilakukan di Kota Singkawang.  Tampak dua warga yang sudah menjalani rapid test memperlihatkan hasil tes yang non reaktif, Jumat (19/6) kemarin. HARI KURNIATHAMA/PONTIANAK POST

SINGKAWANG–Sempat tertunda karena cuaca, rapid tes massal pun dilakukan.  Tepatnya di jantungnya kota Singkawang.  Mulai dari simpang masjid raya hingga pintu gerbang kota pusaka,  Jumat (19/6).

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie terjung langsung mengawasi jalannya kegiatan.

Malam itu pada 19 Juni 2020 sebanyak 132 orang yang menjalani rapid test, terdiri 75 orang laki laki dan 57 orang perempuan.  Dimana semua hasilnye non reaktif.

Sejak awal digelarnya,  puluhan petugas gabungan diterjunkan mulai Dinkes dan KB,  Tni-polri,  Dishub, Diskominfo,  Satpol PP Humpro Seketariat Daerah serta instansi lainya.

“Rencananya rapid test ini akan berlanjut.  Empat kali, ” ungkap Wali Kota Singkawang,  Tjhai Chui Mie.

Rapid test yang dilakukan merupakan salah satu upaya Pemkot melalui Tim Gugus Tugas Kota Singkawang mempersiapkan kota Singkawang menuju New Normal.

Selain itu langkah ini merupakan upaya Pemkot untuk meningkatkan kesadaran masyarakat betapa pentingnya membangkitkan kesadaran bersama akan Covid-19.

“Kita harapkan masyarakat waspada dan terus menjalankan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Tjhai Chui Mie menambahkan apapun hasilnya dari rapid test ini siapapun mereka tentu jika reaktif maka akan dikarantina. “Kalau memang reaktif langsung karantina sesuai prosedur yang ada, ” katanya.

Para warga yang melakukan rapid test ini adalah warga yang kebetulan nongkrong di seputaran tempat rapid test.  Kebanyakan dari mereka sukarela melakukan pengecekan diri.

“Minimal kita tahu apa yang terjadi.  Mudah mudahan tidak reaktif. Ini demi kesehatan juga, ” ungkap Heriyanto warga Kelurahan Roban.

Ia juga mengatakan siap menjalani karantina jika memang diharuskan sesuai hasil rapid test yang ada.  “Kalau reaktif, saya siap dikarantina, ” tegas pria asal Medan ini.

Sementara itu,  Evi Andrian,  warga Condong merasa lega karena hasilnya non reaktif.  “Awalnya berdebar debar.  Tapi sudah tes dan keluar hasilnya,  Alhamdulillah. Jadi kita tahu kondisi kesehatan sendiri, ” katanya.

Wanita berhijab ini juga memang sukarela untuk mengetes diri sendiri.  “Pertama gratis dan memang saya tunggu tunggu.  Karena sebelumnya beberapa kali terdengar informasi rapid test tidak jadi karena faktor cuaca, ” katanya.

Ia menyatakan diri berkomitmen akan tetap  menjalan imbauan pemerintah menjaga kesehatan dan memakai masker jika bepergian.  “Saya apresiasi ade rapid test ini, ” jelasnya.  (har)

 

 

loading...