Singkawang Terapkan Pemeriksaan Suhu Badan

PERIKSA SUHU: Pemerintah Kota Singkawang melakukan pemeriksaan suhu badan kepada setiap orang yang masuk ke Kota Singkawang, Rabu (8/4). Har/Pontianak Post

SINGKAWANG—Pemerintah Kota Singkawang melakukan pemeriksaan suhu badan kepada setiap orang yang masuk ke Kota Singkawang, Rabu (8/4). Pemeriksaan suhu badan ini merupakan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di kota tersebut. Upaya ini dilakukan lintas sektoral mulai TNI-Polri hingga instansi terkait di Pemkot Singkawang. Setiap pengendara baik menggunakan roda dua maupun mobil, minibus, hingga bus penumpang ikut diperiksa suhu badannya.

Pada tahap awal pelaksanaan dilakukan tiga titik perbatasan kota Singkawang. Titik pertama di Simpang Vit, Kecamatan Singkawang Utara, yang merupakan akses masuk dari Kabupaten Sambas ke kota Singkawang. Titik kedua di Kelurahan Pajintan, Kecamatan Singkawang Timur yang merupakan akses masuk Kabupaten Bengkayang ke Kota Singkawang, sertat titik ketiga di Pasir Panjang, Kecamatan Singkawang Selatan yang merupakan akses masuk sejumlah warga dari jalur Kabupaten Bengkayang ke Kota Singkawang.

Tak heran jika bagi pengendara yang melintasi tiga titik tersebut akan sedikit melihat antrean kendaraan. Dimana setiap orang diatas kendaraan diminta untuk mendekati petugas pemegang thermo scanner untuk diperiksa suhu badannya. Dari hasil pelayanan razia gabungan dalam rangka penanganan Covid-19 tersebut. Setidaknya 434 orang terdeteksi memiliki suhu badan tinggi, dengan rincian orang dengan temparatur suhu badan 36 sampai 37,4 derajat celcius sebanyak 381 orang, orang dengan suhu badan 37,5 sampai 38 derajat celcius 43 orang, serta orang dengan suhu badan 38-40 derajat celcius 10 orang.

Bagi orang memiliki suhu badan 36 sampai 37,5 derajat celcius maka disarankan untuk memeriksakan diri ke Puskesmas secara mandiri. Sedangkan orang dengan suhu badan 38 sampai 40 derataj celcius maka diberikan edukasi dan dibawa ke puskesmas setempat. Kemudian warga yang merupakan bukan warga Singkawang data nama dan suhu badan disampaikan ke dinkes masing masing wilayah.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengatakan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan di tiga pintu perbatasan Kota Singkawang dan Kabupaten Tetangga. “Pemeriksaan ini berlaku kepada siapa saja yang akan masuk ke Kota Singkawang, diukur suhu tubuhnya, jika diatas rata-rata maka kemudian akan ada perlakuan medis,” kata Wali Kota.

Pemeriksaan kesehatan ini dimulai pada Rabu yang akan berlangsung hingga Jumat nanti. Wali Kota juga menekankan agar warga tetap menerapkan physical distancing dan selalu menggunakan masker saat terpaksa harus melakukan aktifitas diluar rumah.

Kepala posko pusat informasi penanganan Covid-19 Singkawang, Ahyadi menambahkan jika pemeriksaan kesehatan ini berlangsung tiga hari. “Pemeriksaan kesehatan gabungan ini akan berlangsung selama tiga hari yang dimulai dari hari Rabu-Jumat dengan sasaran di tiga titik atau pintu masuk Kota Singkawang seperti Pasir Panjang, Pekong Kulor dan Simpang VIT,” kata Kepala Dinas Kominfo Singkawang yang juga Kepala Posko Pusat Informasi Penanganan Covid-19 Singkawang. Dia mengatakan, kegiatan  gabungan ini akan dilaksanakan secara serentak di tiga titik yang sudah ditentukan. “Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan bukan mau melakukan pemeriksaan terhadap SIM, STNK ataupun surat menyurat kendaraan, tetapi akan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap penumpang yang akan masuk maupun keluar dari tiga titik tersebut,” ujarnya.

Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan, adalah bertujuan untuk kesehatan masyarakat dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kalbar khususnya di Kota Singkawang. “Untuk itu, saya mohon kerjasama dari masyarakat agar bisa mematuhi petugas dan mau diperiksa kesehatannya kelak,” ungkapnya. Dia mengatakan, durasi razia pada pagi hari dimulai dari pukul 09.00-11.00 WIB, sedangkan sore dari pukul 15.00-17.00 WIB. Dalam giat tersebut, tim gabungan juga akan menghadirkan tim medis untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Apabila ada penumpang yang suhu badannya melebihi dari 37,5 derajat celcius, maka perlu dilakukan penanganan secara medis,” jelasnya. Dalam giat ini juga akan diberikan imbauan-imbauan kepada masyarakat agar selalu menggunakan masker. Karena sudah merupakan instruksi dari pemerintah dan WHO bahwa setiap masyarakat wajib menggunakan masker. “Karena penggunaan masker merupakan salah satu cara untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19” jelasnya. (har)

loading...