Sintang pun Mampu Sembuhkan Pasien Covid-19

BERDIALOG: Bupati Sintang Jarot Winarno didampingi petugas Dinas Kesehatan Sintang dan RSUD Ade M. Djoen, berdialog dengan PDP 02 yang akan dipulangkan ke Kabupaten Sanggau, kemarin. ISTIMEWA

SINTANG – Pasca Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 02 asal Kabupaten Sanggau dinyatakan sembuh dan dipulangkan, Bupati Sintang Jarot Winarno menjelaskan kepada masyarakat bahwa pasien Covid-19 bisa sembuh. Apa lagi, dia menambahkan, kalau pasien bersangkutan tidak memiliki penyakit penyerta atau bawaan.

“Jadi kalau kita mendapat cobaan dari Tuhan seperti ini, yakinlah dirawat di Sintang aja bisa sembuh kalau dirawat dengan benar,” kata Jarot.

Kemudian, lanjut Jarot hal ini juga menunjukan bahwa di level daerah juga bisa merawat pasien Covid-19 sesuai dengan protokol yang ada. Di mana, dia menambahkan, rasa kepercayaan diri itu tumbuh kepada semua elemen yang ada.

“Karena PDP 02 ini yang pertama positif dirawat dua bulan lalu, bayangkan dia masuk sejak 19 Maret lalu, sementara kasus pertama di Indonesia itu 2 maret diumumkan Presiden, jadi kita masih gagap-gagap semua tu, harus ngapain sebentar begini sebentar begitu, luar biasa, jadi dia masuk bisa survive. Selamat buat PDP 02,” ucap Jarot bangga.

Dengan sembuhnya pasien positif Covid-19 pertama yang dirawat di RSUD Ade M. Djoen Sintang ini, bagi Jarot menandakan bahwa pada saat ini, Sintang telah memasuki masa normal dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Di mana, menurut dia, harus selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

“PDP 02, keluarganya, masyarakat Sanggau, bahkan masyarakat Sintang juga memasuki normal baru atau new normal, meskipun dah sembuh, kebiasan perilaku hidup bersih dan sehat harus dibiasakan, kalau keluar pakai masker, di rumah sediakan tempat cuci tangan, sebelum masuk rumah cuci tangan minimal 20 detik,” pesannya lagi.

Jarot pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh tim medis baik itu dokter, perawat yang sudah merawat PDP 02 ini hingga sembuh. “Terima kasih kepada semuanya, dokter, perawat, direktur rumah sakit, kadis kesehatan beserta jajarannya yang melakukan penyeledikan epidemiologi, gugus tugas juga, hanya Tuhan lah yang bisa membalas semuanya,” tutup mantan dokter di RSUD dr. Soedarso Pontianak ini. (fds)

 

Read Previous

KRI Cucut 866 Bersandar di Pelabuhan Kendawangan

Read Next

Hujan Deras, 54 Rumah di Entikong Terendam Banjir