Sisa Lebih Penggunaan APBD 2019 Mencapai Rp185 Miliar

SILPA: Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyerahkan dokumen pertanggungjawaban APND 2019 kepada Ketua DPRD Pontianak, Satarudin. PROKOPIM PONTIANAK FOR PONTIANAK POST

PONTIANAK – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengungkap terdapat sisa lebih penggunaan anggaran pada APBD 2019 sebesar Rp185,92 miliar. Sisa tersebut berasal dari penghematan anggaran dan beberapa lagi dari kegiatan yang tidak dilaksanakan karena tenggat waktu yang sudah lewat.

“Secara keseluruhan berjalan baik. Serapan anggarannya juga di atas 90 persen,” ungkap Edi, usai menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD, Senin (13/7).

Meski serapan anggaran baik dan BPK menetapkan Pemkot Pontianak mendapat penilaian wajar tanpa pengecualian, ada beberapa kinerja yang harus dievaluasi. Seperti kegiatan yang menggunakan DAK, tidak dapat dilaksanakan pada 2019 akibat tenggat waktu yang sudah lewat. Ada juga alokasi anggaran yang tidak digunakan buat menghemat anggaran, dan anggaran sisa lelang.

Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin memandang, sisa Rp185,92 miliar ini akan ditelusuri. “Kami akan mencari penyebabnya. Kenapa sampai terjadi SiLPA dan angkanya cukup besar,” ungkapnya.

Meski hasil monitoring BPK pada penggunaan anggaran Pemkot Pontianak dinyatakan WTP, namun evaluasi harus dilakukan. Seperti target-target penggunaan anggaran tiap OPD yang tidak tercapai. Tentunya kata Satar ada penyebabnya. Ini yang akan ditanyakan. Ia tidak ingin, anggaran sudah dialokasikan, namun karena keterlambatan SOPD sehingga program tak bisa dilaksanakan.

Terkait pelaksanaan tiap program di masing-masing SOPD memang menjadi perhatian Satar. Ia ingin, program-program yang bersentuhan dengan masyarakat sebaiknya dapat berjalan sebagaimana mestinya. “Jangan sampai tidak dijalankan,” tegasnya.(iza)

 

loading...